Banjir bandang yang terjadi di wilayah Padang, Sumatera Barat, menghanyutkan kayu gelondongan. Pemandangan ini menjadi sorotan publik mengingat jumlahnya yang begitu banyak.
Pemandangan ini juga terekam video amatir dan viral di media sosial. Publik menyoroti gelondongan kayu yang terbawa arus banjir itu dan mengaitkannya dengan illegal logging.
Kayu gelondongan berserakan di sepanjang pantai pascabanjir bandang. Tumpukan ini menjadi bukti kuatnya terjangan air yang membawa material dari kawasan hulu hingga pesisir.
Material kayu yang terbawa arus banjir bandang dan kini memenuhi garis pantai. Pemandangan ini menunjukkan dampak nyata banjir bandang beberapa hari terakhir di Padang.
88 Orang Tewas Akibat Bencana di Sumbar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat total korban tewas dampak banjir dan longsor di daerah itu mencapai 86 orang. BPBD Agam juga mengatakan ada 88 orang yang saat ini belum ditemukan.
"Ini update data pada Jumat (28/11) malam," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono, dilansir Antara, Sabtu (29/11/2025).
Dia mengungkapkan 86 korban itu tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Malalak berupa banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari atau Desa Malalak Timur, dengan jumlah 10 orang atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.
Kecamatan Tanjung Raya berupa tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, 2 orang atas nama Safarudin dan Emninar; Kecamatan Matur berupa tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, 1 orang atas nama Rajibah; Kecamatan Palembayan berupa banjir bandang 74 orang tersebar di Jorong Koto Alam 21 orang atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.
Selain itu, Jorong Sumbarang 16 orang atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan; Kampuang Tangah 7 orang atas nama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni, Jorong Kampung Tangah Timur sembilan orang atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.
"Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan ada 88 orang belum ditemukan tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, 7 orang; terseret arus Sungai Batang Antokan, warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, 1 orang.
Adapun pencarian 88 korban dilanjutkan pagi ini dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan lainnya.
Tim juga melakukan evakuasi warga yang terisolasi karena jalan terputus ke lokasi yang telah disediakan
(mea/mea)