×
Ad

Menbud Tinjau Benteng Victoria Ambon, Ungkap Pentingnya Peninggalan Sejarah

Inkana Izatifiqa R. Putri - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 08:58 WIB
Foto: dok. Kemenbud
Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meninjau Benteng Victoria dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kepulauan Maluku. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi salah satu situs cagar budaya nasional yang menyimpan jejak panjang perlawanan rakyat Maluku terhadap penjajahan.

Dalam kunjungannya Jumat (28/11), Fadli mengapresiasi jajaran TNI yang telah menjaga kelestarian kawasan benteng. Ia menilai Benteng Victoria memiliki perjalanan sejarah panjang sebagai simbol pergulatan kekuatan kolonial di Kepulauan Maluku.

"Benteng yang merupakan cagar budaya ini dibangun oleh Portugis, kemudian diambil alih Belanda. Setelah Indonesia merdeka, benteng ini menjadi bagian dari TNI dan milik Republik Indonesia," jelas Fadli dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Lebih lanjut, Fadli mengatakan Benteng Victoria menyimpan memori kolektif perjuangan rakyat Maluku melalui sosok Thomas Matulessy atau Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku.

"Benteng ini adalah saksi sejarah perjuangan Pattimura, yang pada tahun 1817 dipenjara di sini selama 35 hari sebelum dihukum gantung oleh kolonial Belanda. Ini menunjukkan bahwa benteng ini adalah titik penting sejarah perlawanan rakyat Maluku," tambah Fadli.

Benteng Victoria merupakan benteng tertua di Kota Ambon, dibangun oleh Portugis pada tahun 1575 dengan nama Nossa Senhora de Anunciada. Setelah dikuasai Belanda pada awal abad ke-17, namanya berubah menjadi Victoria yang melambangkan 'kemenangan'. Benteng ini juga sempat mengalami kerusakan akibat gempa besar abad ke-18 sebelum direkonstruksi menjadi Nieuw Victoria.

Pada masa kolonial, benteng ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, dan basis militer. Kini, kompleks Benteng Victoria tercatat sebagai situs cagar budaya yang menyimpan berbagai artefak penting, mulai dari meriam peninggalan VOC, peta perkembangan Ambon abad ke-17 hingga ke-19, hingga koleksi lukisan administrator Belanda.

Sebagai salah satu situs sejarah terpenting di Maluku, Benteng Victoria dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi publik. Fadli menegaskan perlunya menghadirkan narasi sejarah yang lebih lengkap dan akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap situs bersejarah ini agar nilai-nilai perjuangan dan keteguhan rakyat Maluku tetap hidup dan dipahami generasi mendatang.

"Ke depan, kita akan ikut memelihara dan mengaktivasi Benteng New Victoria, terutama untuk pelestarian dan pelindungannya. Kita ingin situs ini memiliki narasi yang lengkap, utuh, dan dapat menjadi literasi sejarah bagi masyarakat. Benteng ini adalah salah satu tempat bersejarah dan menjadi tonggak penting bagi sejarah Maluku dalam melawan penjajahan," tegas Fadli.

Fadli menekankan Kementerian Kebudayaan akan terus memperkuat pelestarian cagar budaya, termasuk situs-situs sejarah perlawanan di Maluku. Upaya perawatan, dokumentasi, dan aktivasi Benteng Victoria menjadi bagian penting dalam memastikan warisan sejarah perjuangan rakyat Maluku tetap terjaga, serta dapat diakses dan dipahami oleh generasi mendatang.

Dengan kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, Benteng Victoria diharapkan tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga ruang edukasi publik yang memperkaya pemahaman tentang identitas, ketangguhan, dan perjalanan bangsa Indonesia.

Sebagai informasi, turut mendampinig Menteri Kebudayaan dalam kunjungan tersebut, di antaranya Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang; Walikota Ambon, Bodewin Wattimena; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Achmad Jais.

Hadir jajaran Kementerian Kebudayaan, antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku, Dody Wiranto.



Simak Video "Video RI Siapkan 15 Cagar Budaya untuk Diajukan Jadi Warisan Dunia UNESCO"

(prf/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork