Dompet Dhuafa Bantu 10.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Banjir Medan

Dompet Dhuafa Bantu 10.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Banjir Medan

Inkana Izatifiqa R. Putri - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 08:40 WIB
Penyaluran air bersih
Foto: dok. Dompet Dhuafa
Jakarta -

Bencana banjir yang melanda Kota Medan pada Kamis (27/11) meninggalkan dampak serius, termasuk kesulitan akses air bersih di kalangan warga terdampak. Merespons kondisi darurat tersebut, Dompet Dhuafa melalui Cabang Waspada segera menyalurkan bantuan berupa 10.000 liter air bersih untuk ratusan Kepala Keluarga (KK).

Adapun banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem dan luapan tiga sungai utama (Deli, Babura, dan Belawan). Pada Kamis (27/11), ketinggian air di beberapa titik terparah sempat mencapai dada orang dewasa, melumpuhkan wilayah terutama Kelurahan Karang Berombak.

Distribusi 10.000 liter air bersih dari Dompet Dhuafa Waspada difokuskan pada empat lokasi prioritas dengan total 228 KK sebagai penerima manfaat langsung. Titik-titik distribusi tersebut mencakup, RS Sufina Aziz, Masjid Nurul Islam, Masjid As-Syafi'iyyah, dan pemukiman warga di Jln. Karya Gg. Maruto, Medan Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain air bersih, Dompet Dhuafa Waspada juga mendirikan dua Pos Hangat di Jalan Karya dan Masjid Nurul Islam, serta menyalurkan 100 paket makanan siap saji untuk membantu warga di Kelurahan Medan Barat.

Per Jumat (28/11), banjir di sebagian besar wilayah Medan dilaporkan mulai surut. Aliran listrik pun berangsur-angsur pulih. Namun, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman mengungkapkan tantangan distribusi logistik dan pemulihan masih terus dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Hari ini, di Kota Medan banjir sudah mulai surut. Tim respon kloter kedua dari Dompet Dhuafa Waspada bergerak ke Sibolga sore ini dengan durasi perjalanan 12 jam. Insyaallah sampai lokasi besok pagi," ujar Sulaiman dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Banjir Medan juga dipicu oleh masalah infrastruktur seperti pendangkalan sungai, drainase yang tidak memadai, serta alih fungsi lahan. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat selain kelumpuhan aktivitas dan terganggunya jalur transportasi, bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara secara keseluruhan telah menyebabkan 47 orang meninggal dunia.

Selain itu bencana hidrometeorologi juga melanda 13 daerah tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir, menandakan skala bencana yang sangat luas.

"Hingga hari ini total ditemukan ada 123 korban, di antaranya 47 korban meninggal dunia," ujar Kepala BPBD Provinsi Sumut Tuahta Ramajaya Saragih dikutip dari Antara.

"Adapun jumlah pengungsi dilaporkan di empat kabupaten, yakni 776 KK (kepala keluarga) di Mandailing Natal, 3.000 jiwa di Tapanuli Selatan, 240 KK di Padangsidimpuan, 19 KK di Tapanuli Utara," lanjutnya.

Masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan mengancam pemukiman yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Medan. Mari eratkan kembali solidaritas bantu kuatkan mereka yang terdampak melalui Indonesia Siap Siaga.

Simak juga Video: 4 Pesawat Bantuan Makanan hingga Obat Diterbangkan ke Aceh, Sumut dan Sumbar

(prf/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads