Korlantas Perkuat Modernisasi Operasional Lewat K3I, Komitmen Layani Masyarakat

Korlantas Perkuat Modernisasi Operasional Lewat K3I, Komitmen Layani Masyarakat

Herianto Batubara - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 06:31 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho rapat Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat dan memodernisasi manajemen operasi melalui K3I, sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan unsur kendali, koordinasi, komunikasi, dan informasi dalam satu platform digital. Upaya penguatan ini merupakan bagian dari transformasi organisasi sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, upaya penguatan yang dilakukan di Korlantas Polri berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik. Penguatan tata kelola lalu lintas adaptif terhadap dinamika masyarakat.

K3I didorong untuk menjadi fondasi operasional yang mampu mendukung personel di lapangan dan memudahkan pengendalian kegiatan secara tepat serta bisa dipertanggungjawabkan. Irjen Agus menjelaskan bahwa pengembangan K3I diarahkan untuk menghadirkan sistem kerja yang lebih terstruktur, responsif, dan memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pelayanan lalu lintas nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teknologi merupakan instrumen penting bagi Polantas dalam memperkuat kualitas interaksi dengan masyarakat dan memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada informasi yang valid serta real time," kata Irjen Agus dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

Melalui sistem ini, lanjut Irjen Agus, Korlantas Polri ingin memastikan bahwa tugas pengamanan, pengaturan, dan pelayanan semakin konsisten serta terukur.

Sistem K3I dirancang untuk dapat dioperasikan oleh posko, polda, polres, hingga personel yang bertugas langsung di lapangan. Sistem ini dilengkapi aplikasi berbasis web dan perangkat mobile yang membantu menyajikan data secara visual dan mudah diinterpretasikan. Dengan demikian, pimpinan dapat melihat situasi lapangan secara menyeluruh dan memberikan arahan sesuai kebutuhan.

Komponen kendali dalam K3I memberikan mekanisme pemantauan kegiatan operasional melalui satu pusat kendali yang terhubung dengan seluruh perangkat di lapangan. Setiap pergerakan petugas, pengawalan, pengaturan arus, dan pelaporan situasi dapat terlihat melalui sistem ini. K3I membantu menyamakan persepsi situasi antara petugas dan posko, sehingga langkah taktis bisa diambil secara cepat tanpa menunggu laporan manual.

Fungsi koordinasi diperkuat melalui integrasi posko K3I dengan personel di lapangan serta koordinasi lintas subsektor di Korlantas. Sistem ini memungkinkan pembuat keputusan untuk melakukan arahan situasional berdasarkan data yang diperoleh secara langsung. Penguatan koordinasi ini berperan penting khususnya dalam operasi besar atau agenda nasional yang membutuhkan respons terencana.

Unsur komunikasi dalam K3I disiapkan untuk membantu penyampaian pesan lapangan ke posko melalui fitur panggilan video. Fitur tersebut memberikan kemampuan tambahan dalam verifikasi situasi, sehingga pimpinan dapat melihat langsung kondisi yang dihadapi anggota. Hal ini membantu memperkaya analisis dan mendukung pengambilan keputusan yang diperlukan dalam situasi bergerak cepat seperti pengamanan demo, bencana, atau rekayasa lalu lintas.

Sementara itu, komponen informasi dalam K3I menghadirkan penyajian data secara real time bagi semua kegiatan yang sedang atau telah berlangsung. Sistem ini mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan informasi dari berbagai satuan. Informasi tersebut menjadi referensi dalam penentuan kebutuhan personel, penguatan sarana, serta evaluasi kerja harian. Dengan informasi yang lengkap, setiap keputusan operasional dapat diambil berbasis situasi aktual di lapangan.

K3I terus berkembang melalui beberapa fase penting sejak pengembangan awalnya pada tahun 2021, termasuk penyiapan fondasi untuk kebutuhan pengamanan internasional, penguatan standar akses dan pengelolaan informasi, serta memperkenalkan integrasi mobile dan pengembangan dashboard. Pada tahun 2024 dilakukan peningkatan kapasitas sistem dengan distribusi perangkat khusus ke beberapa polda besar, dan pada tahun 2025 dikembangkan dengan penambahan wilayah baru serta tampilan peta tiga dimensi untuk analisis visual.

K3I telah menjadi tulang punggung yang vital dan mendukung berbagai operasi nasional seperti Operasi Lilin, Operasi Ketupat, Operasi Zebra, Operasi Patuh, dan Operasi Keselamatan. Sistem ini juga menjadi penopang bagi pengamanan agenda besar berskala internasional, seperti G20, KTT ASEAN, AIS Forum, dan World Water Forum. K3I memperkuat akurasi laporan lapangan sehingga setiap dinamika dalam operasi besar dapat terdeteksi dengan baik dan mendapat respons tepat waktu.

Aplikasi mobile untuk personel menjadi bagian penting dari K3I, yang membantu mempermudah pelaporan harian dan menyajikan informasi titik keberadaan petugas. Sistem pelacakan menjaga agar seluruh kegiatan tercatat dengan rapi dan mendukung peningkatan akuntabilitas pelaksanaan tugas. Peran para operator di tingkat polda dan polres diatur untuk memastikan pemanfaatan sistem berjalan stabil, termasuk dalam pemetaan titik kerawanan.

Kakorlantas menekankan bahwa K3I merupakan upaya menyatukan berbagai perangkat digital Polri dalam satu ekosistem operasional yang dapat saling terhubung. Program ini searah dengan revitalisasi ETLE dan penyempurnaan layanan Regident seperti SIGNAL dan SINAR. Penguatan K3I dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan masyarakat dan peningkatan profesionalitas petugas.

"K3I disiapkan sebagai wajah baru Polantas yang semakin dekat dengan masyarakat dan memberi kepercayaan bahwa setiap layanan disiapkan melalui proses yang transparan," pungkas Irjen Agus. Melalui pengembangan berkelanjutan, K3I diharapkan mampu terus menjawab perkembangan tantangan lalu lintas yang semakin kompleks.

Halaman 3 dari 3


Simak Video "E-TLE Nasional Presisi: Transformasi Digital Korlantas untuk Hukum Berkeadilan"
[Gambas:Video 20detik]
(hri/isa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads