Polri Geledah PT Pertamina Banjarmasin soal Dugaan Korupsi BBM Rp 451,6 M

ADVERTISEMENT

Polri Geledah PT Pertamina Banjarmasin soal Dugaan Korupsi BBM Rp 451,6 M

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 10:03 WIB
Bareskrim geledah kantor Pertamina di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (7/12/2022).
Bareskrim menggeledah kantor Pertamina di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (7/12/2022). (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) dan PT PPN yang berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait kasus dugaan korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) senilai Rp 451,6 miliar. Sejumlah barang bukti, termasuk bukti transaksi pemesanan BBM, diamankan.

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo, Kamis (8/12/2022), mengatakan penggeledahan dilakukan Rabu (7/12) dengan melibatkan tim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, tim PKN Badan Pemeriksa Keuangan RI, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan.

Fokus penggeledahan adalah mencari tahu pengiriman BBM ke tambang PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) hingga mencari dokumen terkait pengaliran BBM tersebut.

"Kegiatan transportir pengiriman BBM dari Depo BBM Kalimantan Selatan ke Tambang PT AKT di Tuhup Kalimantan Tengah, dokumen-dokumen yang terkait dengan kegiatan pengaliran BBM dari kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Kalimantan Selatan-Tengah (Kalselteng)," kata Cahyono dalam keterangannya, hari ini.

"Barang bukti elektronik terkait dengan pengaliran BBM dari kantor PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Integrated Terminal Banjarmasin kepada para transportir baik yang menggunakan truk tangki maupun melalui jalur sungai," imbuhnya.

Selain menggeledah kantor tersebut, Bareskrim juga melakukan reka ulang mekanisme pengaliran BBM dari depo BBM Banjarmasin kepada transportir yang dilakukan di PT PPN.

Cahyono menuturkan, dari hasil penggeledahan tersebut, didapatkan dokumen transaksi dan pemesanan BBM dari PT AKT.

"Hasil yang telah diperoleh dari kegiatan penggeledahan berupa tujuh unit CPU, dokumen yang terkait dengan data transaksi pada sistem My SAP (dari server), dokumen yang terkait dengan pemesanan BBM PT AKT, dan dokumen lainnya yang terkait dengan perkara," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Bupati Bangkalan Tersangka Jual Beli Jabatan Ditahan KPK!':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT