Massa Buruh Demo UMP DKI 10,55% Bubarkan Diri dari Balkot DKI

ADVERTISEMENT

Massa Buruh Demo UMP DKI 10,55% Bubarkan Diri dari Balkot DKI

Rumondang Naibaho - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 15:34 WIB
Massa Buruh KSPI Bubar di Balkot
Massa Buruh KSPI Bubar di Balkot (Rumondang/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta yang menggelar aksi menolak UMP DKI Jakarta Tahun 2023 di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta membubarkan diri. Mereka bubar usai menyampaikan tuntutannya.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (2/12/2022) pukul 14.30 WIB, massa membubarkan diri. Mobil komando terlihat memimpin jalan, diikuti rombongan motor beriringan.

Setelah menyampaikan penolakannya terkait Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1153 Tahun 2022 tentang UMP DKI Jakarta Tahun 2023, mereka pun menyatakan akan melakukan aksi kembali jika PJ Gubernur tidak merevisi keputusan tersebut.

Seperti diketahui, elemen buruh menggelar aksi di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta hari ini. Buruh membawa sejumlah tuntutan, salah satunya menolak Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1153 Tahun 2022 tentang UMP DKI Jakarta Tahun 2023.

"Nah tentu saja ini membuat kami partai buruh DKI Jakarta, sangat kecewa dengan keputusan PJ Gubernur tersebut. Alasannya adalah kalau kita lihat saat ini inflasi DKI Jakarta saja kita perkirakan sampai Desember itu bisa sampai dengan 4 persen, sementara pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sampai dengan bulan Oktober kemarin itu sudah 5,7 persen," kata Wakil Ketua FSPMI Tri Widianto kepada wartawan, di lokasi, Jumat (2/12).

Dalam aksinya, massa buruh meminta PJ Gubernur DKI Jakarta untuk merevisi keputusan terkait UMP tersebut. Mereka meminta besarannya menjadi sesuai dengan apa yang direkomendasikan serikat pekerja, yakni 10,5 persen.

DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) DKI Jakarta, M Andre Nasrullah menyebutkan pihaknya akan terus menggelar aksi hingga 7 Desember. Hal tersebut sebagai seruan pihaknya menolak Keputusan Gubernur No. 1153 soal UMP DKI dan meminta itu untuk direvisi.

"Kami mau menyampaikan keadaan sebenarnya DKI Jakarta hari ini dengan daya beli masyarakat saat ini mulai membaik. Degan COVID yang mulai membaik, dengan harga BBM yang mulai meningkat. Artinya ini menjadi pertimbangan Gubernur-lah, tolonglah. Ini yang menjadi dasar kami hari ini untuk melakukan aksi," katanya.

Ia menuturkan, jika seruan yang disampaikan tidak ditanggapi PJ Gubernur, ada kemungkinan pihaknya akan melakukan aksi dengan menggalang massa yang lebih besar lagi.

"Kalau hari ini kami masih perwakilan sebagai sikap dengan keputusan gubernur tersebut," katanya.

(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT