Kredit Macet Sudah Kembali ke Bank Banten Rp 14,6 Miliar

ADVERTISEMENT

Kredit Macet Sudah Kembali ke Bank Banten Rp 14,6 Miliar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 18 Okt 2022 09:31 WIB
Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simandjuntak
Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simandjuntak (Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Jakarta -

Debitur yang kreditnya macet dan bermasalah kembali mengembalikan uang Rp 5,1 miliar ke Bank Banten. Pengembalian ini adalah lanjutan dari Surat Kuasa Khusus (SKK) ke Kejati Banten, agar para debitur bermasalah menyelesaikan kreditnya.

"Tim jaksa pengacara negara (JPN) Kejati kembali berhasil memulihkan keuangan negara Bank Banten sebesar Rp 5,1 miliar dari beberapa debitur macet," kata Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Selasa (17/10/2022).

Pengembalian ini dilakukan dan langsung masuk ke rekening Bank Banten pada Kamis, 13 Oktober pekan lalu sehingga total pengembalian dari debitur bermasalah sampai saat ini sudah mencapai Rp 14,6 miliar.

"Saat ini, kinerja tim jaksa pengacara negara dalam penyelesaian kredit macet memilihkan keuangan PT Bank Banten sebesar Rp 14,6 miliar," ujarnya.

Tim JPN sampai hari ini katanya terus melakukan pemulihan kredit macet agar para debitur membayar. Mereka sudah menjanjikan pembayaran sesuai dengan pernyataan yang dibuat. Ia juga meminta mereka menyelesaikan kredit macet tersebut untuk pemulihan Bank Banten.

"Untuk segera menyelesaikan kewajiban sesuai surat pernyataan yang telah dibuat," tegasnya.

Pada pekan lalu, Senin (10/10), Kajati Leonard mengatakan SKK yang diberikan Bank Banten sudah menyelesaikan pengembalian Rp 9,4 miliar ke Bank Banten. Pengembalian itu diserahkan pihak asuransi dari total Rp 58,3 miliar.

Kemudian, ada sekitar Rp 199,5 miliar kredit macet dari debitur bermasalah yang ditenggat oleh pihaknya untuk segera membayar. Tenggatnya, mereka diberi waktu hingga akhir Oktober bulan ini dan jika tidak, maka jaminan berupa sertifikat tanah bisa untuk dilelang.

"Terhadap SKK, dua minggu ini tim jaksa pengacara negara memanggil debitur baik kredit investasi dan modal kerja dan telah diperoleh kesepakatan bahwa para debitur akan melakukan pembayaran akhir Oktober," kata Leonard pekan lalu.

(bri/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT