BKKBN Banten: 1,3 Juta Keluarga di Banten Berisiko Stunting

ADVERTISEMENT

BKKBN Banten: 1,3 Juta Keluarga di Banten Berisiko Stunting

M Iqbal - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 11:04 WIB
Kepala BKKBN Banten Dadi Ahmad Roswandi sosialisasikan program Bapak Asuh Anak Stunting di Cilegon.
Kepala BKKBN Banten Dadi Ahmad Roswandi mensosialisasi program Bapak Asuh Anak Stunting di Cilegon. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten menyebut sekitar 1,3 juta keluarga di wilayahnya berisiko stunting. Penanganan stunting dinilai perlu dimulai dari hulu, yakni saat pranikah.

"(Potensi stunting) sangat tinggi. Kita melihat di Pandeglang kan 37,8 persen. Yang paling rendah (risiko stunting) di Kota Tangerang. Kemudian kita juga bahwa di tataran keluarga ada 1,3 juta keluarga berisiko stunting," kata Plt Kepala BKKBN Banten Dadi Ahmad Roswandi di Cilegon, Rabu (7/9/2022).

Dadi mengaku Pandeglang menjadi daerah dengan stunting tertinggi di Banten. Secara keseluruhan, angka stunting di Banten mencapai 24,5 persen dan angka ini dinilai tinggi.

"Di Banten itu kan termasuk 12 provinsi locus Indonesia. Stunting di Banten itu kan 24,5 artinya ini kan tinggi dibanding provinsi-provinsi lainnya," ujarnya.

Pihaknya menargetkan pada 2024, angka stunting turun jadi 14 persen. Upaya penurunan itu dilakukan dengan menggandeng beberapa pihak terkait untuk dijadikan Bapak Asuh Anak Stunting.

Nantinya tugas Bapak Asuh Anak Stunting ini punya peran membantu wilayah-wilayah yang terdapat banyak penderita stunting.

"Kemudian ada gerakan Bapak Asuh Stunting ini untuk mendorong stakeholders-stakeholders ataupun masyarakat untuk terlibat secara langsung di BKKBN bukan hanya edukasi, tapi juga charity. Nah Bapak Asuh Anak Stunting ini bagian dari charity BKKBN, jadi bantuan itu langsung jatuh ke mulut anak stunting," terang dia.

Salah satu yang disematkan untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting adalah Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten Letkol Laut (P) Dedi Komarudin. Dadi mengatakan penyematan itu punya konsekuensi sendiri untuk mengatasi anak stunting.

"Jadi Bapak Asuh ini menuntut konsekuensi, jadi bukan semata-mata disematkan saja tapi kami harus memberikan sesuatu paling tidak untuk mengatasi stunting di wilayah Banten ini," terang dia.

"Kami menyiapkan ada role model ketahanan pangan kami yang kami kombinasikan itu ada (kolam buatan) ada ikan patin dan ikan nila kemudian kebun anggrek," lanjut Dadi.

Terakhir, Dadi menegaskan pihaknya menjalin kerja baik dengan pemerintah maupun pihak industri untuk membuka atau mendirikan di wilayah RT, dan dikelola masyarakat setempat sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi protein hewani maupun protein nabati.

Simak juga 'Jokowi Siapkan Rp 169 T untuk Tangani Pandemi-Stunting di 2023':

[Gambas:Video 20detik]

(bal/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT