Sekolah di Tangerang Dilarang Sediakan Parkir Kendaraan untuk Siswa

ADVERTISEMENT

Sekolah di Tangerang Dilarang Sediakan Parkir Kendaraan untuk Siswa

Antara News - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 16:03 WIB
Di usianya yang masih remaja, sejumlah anak di Jakarta telah dibekali sepeda motor untuk segala aktivitasnya. Wajar saja para pengendara ini, kerap melanggar aturan lalu lintas. Para pelajar mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm di jalan inspeksi Kanal Banjir Timur, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (10/09/2013). Grandyos Zafna/detikcom. File/detikFoto.
Ilustrasi pelajar menggunakan sepeda motor. (Grandyos Zafna/detikcom)
Tangerang -

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang menegaskan larangan bagi siswa-siswi membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah. Disdik Kabupaten Tangerang sudah mengeluarkan surat edaran (SE) ke semua sekolah.

"Ya, tentu dengan SE yang akan kita sebarkan ini bentuk dari ketegasan kita. Walaupun sifatnya imbauan kita juga akan terus melakukan evaluasi (larangan bawa kendaraan ke sekolah)," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Fahrudin, seperti dilansir Antara, Selasa (2/8/2022).

Disdik Kabupaten Tangerang kini telah memerintahkan seluruh jajaran komite dan kepala sekolah agar tidak memberikan kesempatan bagi para pelajarnya untuk membawa kendaraan pribadi ke sekolah, baik itu roda dua maupun roda empat.

Selain itu, Disdik Kabupaten Tangerang melarang sekolah menyediakan fasilitas lahan parkir kendaraan bagi para pelajar.

"Yang jelas kalau sudah ada larangan siswa membawa kendaraan ke sekolah, itu tidak ada fasilitas lahan parkir yang disediakan di halaman sekolah," ujarnya.

Menurutnya, sekolah berkewajiban untuk memberikan pendidikan bagi siswanya yang tidak memiliki kelengkapan surat menyurat boleh berkendara. Dia menilai hal itu penting agar tercipta keselamatan dalam berlalu lintas.

"Jadi kalau untuk anak SMP itu belum memperoleh surat izin mengemudi, karena umurnya hanya sampai 15 tahun. Jadi rata-rata mereka belum memiliki SIM," tuturnya.

Jika nantinya pihak sekolah ataupun dewan guru masih ditemukan membolehkan murid membawa kendaraan ke lingkungan sekolah, maka Disdik Kabupaten Tangerang akan memberikan teguran secara tegas.

Sebab, menurutnya, sikap permisif dari sekolah sama dengan membiarkan murid membuat kesalahan dengan melanggar ketentuan berlalu lintas.

"Kuncinya kalau sekolah masih ada menyediakan parkir bagi anak-anak, berarti itu sekolah masih mengizinkan dan nanti itu akan menjadi bahan evaluasi kita," ungkapnya.

Ia menambahkan, Disdik Kabupaten Tangerang juga akan meminta kepada Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk berkolaborasi dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas.

"Kami juga bukan hanya melarang, tetapi juga kita harus memberikan solusi, dan mudah-mudahan para orang tua juga bisa memahami hal ini agar kita bisa bahu-membahu dalam menyelamatkan anak bangsa," kata dia.

(jbr/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT