ADVERTISEMENT

BRIN Batalkan Renovasi Rp 6,1 M, PKS: Kalau Tak Kritis Proyek Jalan Terus

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 08:30 WIB
Relasi Kuasa di BRIN
BRIN (detikcom).
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membatalkan rencana renovasi ruang kerja dewan pengarah senilai Rp 6,1 miliar. PKS menduga pembatalan itu karena adanya tekanan dari publik.

Anggota Fraksi PKS dari Komisi VIII DPR Mulyanto menyebut BRIN memiliki sikap kurang cermat soal rencana renovasi lantai dua gedung. Lantai itu disebut akan digunakan sebagai ruang kerja Dewan Pengarah BRIN.

"Inikan sikap lembaga yang tidak cermat di tengah kondsi keuangan pemerintah yang terbatas. Dengan menyenangkan pimpinan dengan ruang kerja baru. Bisa jadi pimpinannya tidak membutuhkan itu," kata Mulyanto saat dihubungi, Senin (18/7/2022).

"Ini (pembatalan) menandakan memang perbaikan ruang kerja tersebut tidak penting dan mendesak," katanya.

Menurut Mulyanto, jika publik tidak kritis, dia menduga proyek renovasi terus belanjut.

"Setelah mendapat tekanan publik, lalu dibatalkan. Kita menduga demikian. Kalau publik diam dan tidak kritis, maka proyek jalan terus," ujarya.

Diketahui, BRIN membatalkan rencana renovasi ruang kerja Dewan Pengarahnya. Renovasi ruang kerja Dewan Pengarah BRIN tersebut sebelumnya dianggarkan sebesar Rp 6,1 miliar.

"Renovasi kami batalkan," ungkap Kepala BRIN Laksana Tri Handoko melalui keterangan tertulis, Senin (18/7/2022).

Handoko mengatakan sejak awal tidak ada rencana merenovasi ruangan Dewan Pengarah BRIN. Dia mengaku ada hal yang terlewat tidak diketahui secara mendetail, yaitu tentang renovasi ruang Ketua Dewan Pengarah.

"Sejak awal ruangan tersebut tidak ada rencana mengubah ruangan Ketua Dewan Pengarah BRIN," tegasnya.

"Kebutuhan renovasi hanya untuk wakil, sekretaris, dan anggota dewan pengarah," tambah Handoko.

Menurutnya, penataan ulang atau revitalisasi fungsi ruangan tetap perlu dilakukan, namun harus diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya, perubahan fungsi yang ada saat ini seperti lounge, ruang makan, dan ruang audio (mirip fungsi ruang karaoke) di lantai 2 menjadi ruang rapat besar.

Handoko menyebutkan bahwa sebelumnya lantai 2 gedung tersebut digunakan oleh satu orang saja, yakni Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT).

"Sejak awal, Ketua Dewan Pengarah BRIN mengimbau untuk mengurangi hampir 40% luasan Ruang Kerja eks Kepala BPPT tersebut, yang sangat besar itu, untuk dijadikan Ruang Kerja Dewan Pengarah lainnya," ungkap Handoko.

Simak Video 'Alasan BRIN Batalkan Rencana Renovasi Rp 6,1 M Ruang Kerja Dewan Pengarah':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT