ADVERTISEMENT

Subvarian Omicron BA.2.75 Ditemukan di RI, Wamenkes: Kegawatannya Tak Besar

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 18 Jul 2022 17:29 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan alasan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tetap digelar di tengah kenaikan kasus COVID-19. Dante menyebut kenaikan kasus saat ini akibat testing sedikit.

"Ya memang butuh koordinasi secara luas dulu, bagaimana ini diputuskan secara holistik. Dari segi peningkatan kasus memang sedikit naik, tapi kita ingat, kasus naik karena testing-nya sedikit. Kalau testing-nya banyak, ini juga akan ketemu," kata Dante di kantor Kemenko PMK, Senin (18/7/2022).

Selain itu, Dante menilai saat ini gejala COVID-19 tidak terlalu berat. Dia berharap kasus Corona kembali turun.

"Dan gejalanya juga mild. Untuk yang gejala mild ini kita tak terlalu khawatir. Mudah-mudahan prediksi ke depan kasus menurun dan tak tinggi lagi, karena peningkatan kasus BA.45 ini kira-kira puncaknya di beberapa negara hanya sepertiga Omicron," lanjutnya.

Dante juga bicara soal temuan tiga kasus subvarian Omicron BA.2.75 pada pekan lalu. Namun dia menyebut subvarian tersebut tidaklah berbahaya dan sama dengan Omicron BA.45 dan BA.12.

"Ada 3 kasus yang kita terbuka BA.2.75. Semua kasus sederhana. Tak terlalu berat, karena dari beberapa hal yang kita pelajari dari beberapa negara karakternya seperti Omicron. Kegawatan tak terlalu besar, hospitality rate tak terlalu besar dan keparahannya tak terlalu besar," kata Dante.

"Sudah kita laporkan temuan itu 3 kasus. Tak perlu khawatir soal BA.2.75 karena karakter hampir sama BA.45 dan BA.12," lanjut dia.

Simak video 'Airlangga Beberkan Kondisi Pandemi Covid-19 di RI':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT