ADVERTISEMENT

Cerita Eks Pegawai KPK soal Gratifikasi ke Guru Tuai Pro Kontra

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 13:05 WIB
suap ilustrasi
Ilustrasi Suap (Luthfy Syahban/detikSport)

Perbedaan Suap dan Gratifikasi

Aulia pun menjelaskan perbedaan antara gratifikasi dan suap berdasarkan definisi di situs KPK. Berikut ini perbedaannya.

Suap: seseorang dikatakan menerima suap jika ia menerima sesuatu atau janji sedangkan ia mengetahui atau patut dapat menduga bahwa pemberian sesuatu atau janji itu dimaksudkan supaya ia berbuat sesuatu.

Gratifikasi: pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

Saat dihubungi, Aulia pun menjelaskan bahwa cuitannya itu sebagai bahan diskusi. Sebab, menurutnya, gratifikasi untuk pegawai negeri memang sudah diatur dalam aturan yang berlaku.

"Makanya saya tulis twit tersebut sebagai bahan diskusi dengan netizen. Secara hukum, yang baru diatur adalah gratifikasi yang diterima oleh pegawai negeri," kata Aulia.

Aulia menceritakan soal pengalamannya ini semata-mata untuk mengulasnya dalam sudut pandang yang lebih luas.

"Saya mengulas dalam sudut pandang lebih luas. Alangkah baiknya terkait penerimaan gratifikasi di lingkungan sekolah (baik negeri/swasta) diatur (soal batasan nilai, frekuensi pemberian, dan lain-lain). Mana saja yang boleh diberikan masyarakat atau diterima guru dan mana yang tidak," tuturnya.


(rdp/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT