ADVERTISEMENT

Ketua MPR Gelar Lagi Lomba Burung Kicau Nasional, Target 3.000 Peserta

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 21:06 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menggandeng komunitas pencinta burung untuk menggelar Lomba Burung Berkicau pada 28 Agustus 2022 mendatang.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menggandeng komunitas pencinta burung untuk menggelar Lomba Burung Berkicau pada 28 Agustus 2022 mendatang. Acara ini rencananya akan diikuti oleh sekitar 3.000 peserta, dan mempertandingkan 60 kelas perlombaan mulai dari Murai Batu, Cucak Hijau, Kacer, Kenari, Cendet, Anis Merah hingga LB Fighter.

Para peserta nantinya akan memperebutkan piala Ketua MPR RI. Kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada para peserta dan pengunjung yang hadir.

"Melalui event ini, MPR RI bersama para komunitas pecinta burung sekaligus akan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai satwa, hingga terlibat aktif dalam kegiatan penangkaran. Sehingga bisa menjaga burung khas Indonesia dari kepunahan. Selain itu, dengan ikut serta dalam lomba ini, nilai jual burung bisa naik. Terlebih yang memenangkan perlombaan. Sehingga juga bisa mengangkat perekonomian para pecinta burung," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2022).

Hal ini ia sampaikan usai menerima Asosiasi Perkumpulan Kicau Mania di Jakarta. Adapun anggota Asosiasi Perkumpulan Kicau Mania yang hadir antara lain Ketua Umum Wisnu M. Daya, Wakil Ketua Umum Giri Prakosa, Bendahara Andi Han dan Penasihat Herry I.P yang juga merupakan Pelatih Bulu Tangkis Indonesia/PBSI. Hadir juga Ketua Tim Penyelenggara (B16) Aris Margono dan Sekretaris dr. Abu.

Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet menjelaskan Indonesia merupakan negara keempat yang memiliki spesies burung terbesar di dunia setelah Kolombia, Peru dan Brasil, yakni sekitar 1.812 spesies. Namun akibat berkurangnya habitat asli maupun perburuan liar, banyak spesies burung yang terancam punah. Termasuk burung berkicau yang menjadi keunggulan Indonesia, seperti Kucica Hutan, Cucak Rawa, Jalak Suren hingga burung Kacamata atau Pleci.

"Sebagai negara megadiverse atau negara yang memiliki keanekaragaman hayati, Indonesia memiliki tanggung jawab moral agar 1.812 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi satwa yang hidup di alam Indonesia, tidak punah akibat ulah manusia. Sehingga para anak cucu kita masih bisa melihat langsung beragam burung khas Indonesia. Pecinta burung juga secara ekonomi melalui penangkaran, ekonomi kerakyatan tumbuh, pertumbuhan ekonominya sekitar Rp 2 triliun per tahun. Mulai dari sisi penangkaran, pakan, sangkar, dan obat-obatan," paparnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan berdasarkan data Burung Indonesia, jumlah jenis burung di Indonesia tercatat mencapai 1.769 jenis. Dari jumlah tersebut, 531 jenis burung termasuk kategori dilindungi seperti jenis elang, Jalak Bali, Rangkong Gading, Kasuari, Gelatik Jawa, Cucak Rawa dan lain sebagainya.

"Selain itu Indonesia juga memiliki jumlah burung endemik tertinggi di dunia. Di Indonesia tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik, yaitu jenis burung yang tidak dapat ditemukan di negara lain di dunia. Ini merupakan sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah kepada kita. Karena itu, saya sangat menghargai banyaknya perlombaan dan penangkaran burung yang ada di banyak daerah sekarang ini," pungkasnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT