Mandek sejak 2018, Pemprov DKI Masih Cari Investor ITF Sunter

ADVERTISEMENT

Mandek sejak 2018, Pemprov DKI Masih Cari Investor ITF Sunter

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 23:29 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta masih berupaya mencari investor untuk proyek pembangunan intermediate treatment facility (ITF) Sunter. Diketahui, proyek ini mandek usai ditinggal calon investor pada 2018 silam.

Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di wilayah Jakarta Utara itu sejatinya dilakukan oleh JakPro dan Fortum Power Heat and Oy. Sampai akhirnya perusahaan asal Finlandia itu memilih hengkang dari proyek ini.

Kini, JakPro selaku BUMD yang ditugaskan menyelesaikan proyek ini tengah mencari investor baru.

"Jadi memang ITF Sunter sempat ada calon investor, PT Fortune dan sekarang sudah keluar dari kerja sama dari JakPro dan saat ini JakPro sedang mencari perusahaan baru untuk meneruskan pembangunan ITF Sunter," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto kepada wartawan, Jumat (24/6/202).

Di samping itu, Asep juga menyadari pembangunan ITF sangat diperlukan untuk meringankan beban TPST Bantargebang. Karena itu, dia berharap JakPro segera mendapatkan mitra baru sehingga tahap konstruksi bisa dimulai akhir tahun ini.

"Kita harapkan kalau bisa di akhir bulan September dan di awal bulan November sudah ada mitra baru dari PT ada dari JakPro untuk membangun ITF Sunter," ucapnya.

Dia lantas mengajak seluruh elemen masyarakat mengatasi permasalahan sampah di Ibu Kota. Misalnya, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah serta mengimbau perusahaan dan pelaku industri menyiapkan fasilitas pengelolaan sampah di lingkungannya.

"Kami berharap juga adanya peran serta aktif dari masyarakat untuk melakukan pilah sampah dan mengolah sampahnya dari sumber sehingga ke depannya beban TPST Bantargebang tidak semakin berat lagi," ujarnya.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Jamaludin Lamanda mengajak anggota dewan mengultimatum proyek intermediate treatment facility (ITF) Sunter yang mandek. Proyek ini telah direncanakan sejak era Gubernur Fauzi Bowo atau Foke.

Ultimatum ini disampaikan oleh Jamaludin saat mengikuti rapat kerja Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, JakPro, dan Sarana Jaya pada Senin (23/5/2022). Jamaludin awalnya menyoroti proyek ITF Sunter yang masih mencari investor selama 4 tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI.

"Sudah 4 tahun hanya mencapai itu saja, seingat saya ITF Sunter ini perencanaannya sudah ada semenjak direktur (sebelumnya). Dari Pak Foke ke Pak Jokowi, ke Pak Ahok, ke Plt Soni, ke Pak Anies Baswedan sudah 6 gubernur sampai sekarang sama Plt sampai sekarang lho Pak," kata Jamaludin di DPRD DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (23/5/2022).

Simak selengkapnya di halaman berikut

Politikus PKB itu lantas mengaku pesimistis proyek ini bakal bergulir. Meski, menurutnya, proyek ITF dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Ibu Kota. Sebab, selama ini DKI hanya mengandalkan TPST Bantargebang sebagai lokasi akhir pembuangan sampah.

"Kalau saya pribadi menganggap ini proyek pesimis ini ITF Sunter ini. Bukan proyek optimis begitu digadang-gadang masyarakat Jakarta akan mengurangi sampah, sekitar 2.000-3.000 ton per hari, yang notabene kita ada produksi sampah 8.000 ton yang dikirim ke Bantargebang. Itu bisa membantu apalagi kalau 6 wilayah bisa terwujud," ujarnya.

Dia lantas meminta supaya proyek ITF itu dihentikan saja. Apabila konstruksi tak segera dimulai hingga masa jabatan Anies berakhir.

(taa/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT