ADVERTISEMENT

Jalani Rekomendasi KNKT, TransJakarta Periksa Kesehatan 1.052 Pengemudi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 16:39 WIB
Rute TransJakarta selama periode Natal dan Tahun Baru 2022 ditambah. Ada 4 rute baru yang beroperasi khusus di masa Nataru.
Bus TransJakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) bersama Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 1.052 pengemudi. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut salah satu rekomendasi yang diberikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) buntut kecelakaan berturut-turut beberapa waktu lalu.

"Kegiatan MCU pramudi berjalan dengan baik dan penuh antusias oleh teman-teman pramudi hingga saat ini yang memiliki KTP DKI Jakarta dan terdaftar dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta Anang Rizkani dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

Anang mengatakan medical check up sudah digelar sejak Selasa (14/6) lalu. Adapun pemeriksaan kesehatan bakal berlangsung hingga 5 Juli mendatang.

Dalam pemeriksaan ini, kesehatan pramudi akan dicek, yang meliputi pemeriksaan fisik, rekam jantung, rontgen dada, pengecekan urine dan darah rutin, gula darah, profil lemak dalam darah dan hepatitis bagi peserta yang sedang hamil. Jika ditemui pramudi dengan penyakit serius, dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter umum di faskes 1 (satu) sesuai dengan yang terdaftar pada BPJS.

"TransJakarta akan mengawal semua proses, jika diperlukan penanganan lebih lanjut makan akan kami rujuk ke dokter spesialis," jelasnya.

Selain pengemudi, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap karyawan yang bekerja di lapangan maupun di kantor pusat. Anang berharap upaya ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus meminimalisasi hal yang tak dikehendaki selama operasional.

"Dengan pemeriksaan ini kami yakin bisa meningkatkan kualitas pelayanan," tandasnya.

Sebelumnya, KNKT membeberkan 3 poin penting yang harus dipatuhi PT TransJakarta terkait kecelakaan beruntun beberapa waktu lalu. Salah satu poin adalah usul agar dibentuk divisi khusus manajemen risiko.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Subkomite LLAJ KNKT Ahmad Wildan. Dia awalnya membeberkan sejumlah poin berkaitan dengan hasil evaluasi dari KNKT.

"Kata kunci perbaikan keselamatan ini ada tiga. Yang pertama yang harus dilakukan oleh manajemen TransJakarta sendiri, ada quick win-nya sendiri ada 11 yang kita sampaikan harus dilakukan oleh manajemen TransJakarta," sebut Wildan saat ditemui di Kantor Pusat TransJ, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (22/12/2021).

Dia menambahkan, terkait keselamatan TransJakarta, nantinya akan ada Studi Road Hazard Mapping (RHM) yang akan dikeluarkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ). Dia meminta BPTJ menjalankan Road Hazard Mapping.

"Kata kunci di sini untuk keselamatan TransJakarta ini ada disebut dengan Road Hazard Mapping yang akan dijalankan oleh BPTJ. Jadi BPTJ jadi ini memegang peranan sentral. BPTJ ini membuat RHM. Nanti apa yang harus dilakukan oleh manajemen TransJakarta ini kata kuncinya dari keluaran studi yang akan dijalankan oleh BPTJ," sambungnya.

Selain itu, Wildan mengatakan perlu ada satu direktorat setingkat direktur di bawah Direktur Utama TransJakarta. Divisi tersebut akan menjalankan Sistem Penjaminan Keselamatan.

"Diperlukan adanya satu divisi atau departemen khusus di TransJ, yaitu yang mengelola manajemen risiko serta menjalankan namanya Quality Assurance System. Yang kedudukannya setingkat direktorat yang dipimpin oleh seorang direktur di bawah direktur utama," tegasnya.

Lihat juga video 'Sepanjang 2021 Transjakarta Terlibat 502 Kecelakaan, Ini Rekomendasi KNKT':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT