Plate: NasDem Akan Bentuk Koalisi Setelah Ada Usulan Nama Capres

ADVERTISEMENT

Plate: NasDem Akan Bentuk Koalisi Setelah Ada Usulan Nama Capres

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 08 Jun 2022 20:02 WIB
Sekjen NasDem Johnny G Plate
Johnny G Plate (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Partai NasDem mengungkapkan akan memilih calon presiden (capres) terlebih dahulu sebelum membentuk koalisi. Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan syarat dari koalisi sendiri adalah adanya capres.

"Rencana koalisi yang dibangun antara sahabat-sahabat kami, pimpinan partai politik Golkar, PPP, PAN itu adalah bagian dari dinamika politik yang sehat. Tapi koalisi capres 2024 ada prasyarat dasar. Prasyarat dasarnya adanya calon presiden, apabila belum ada capres maka koalisi yang dibentuk tentu masih sangat dinamis," katanya seusai acara focus group discussion (FGD) yang merupakan rangkaian kegiatan rakernas NasDem, di Kantor DPP NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2022).

Plate mengatakan setelah adanya nama capres, Partai Nasdem akan membentuk koalisi. Menurutnya, jika koalisi dibentuk setelah adanya capres, akan bersifat lebih definitif.

"Nah, oleh karena itu. NasDem akan mengajak dan membentuk koalisi. Setelah ada di tangan kita usulan-usulan capres definitif, maka koalisi yang dibentuk bersifat lebih definitif, dibandingkan dengan jika NasDem sekarang ikut-ikutan untuk membentuk koalisi tapi belum ada capresnya," katanya.

Dia menyebut saat ini NasDem tengah melakukan komunikasi politik antar pemimpin parpol. Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan relasi politisi.

"Kalau NasDem melakukan komunikasi politik di antara para pemimpin parpol. Mengapa dilakukan? Karena untuk kontestasi demokrasi yang sehat, relasi antarpersonal para pemimpin, relasi antarpolitisi itu perlu terus dibangun secara dekat. Makanya NasDem melakukan pendekatan-pendekatan dengan komunikasi politik di antara pemimpin parpol," katanya.

"Hal ini juga agar kontestasi kita nanti adalah kontestasi yang cair dan menyenangkan demokrasi pemilihan umum itu pesta demokrasi, jangan dibangun dengan ketakutan demokrasi, demi kualitas demokrasi yang baik maka pemilu adalah suatu pesta hak-hak rakyat yang diwujudkan melalui haknya untuk memilih calon pemimpin," sambungnya.

Baca berita lengkapnya pada halaman berikutnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Partai NasDem baru akan membicarakan nama-nama capres pada saat rakernas. Dia berharap nantinya nama-nama capres tidak hanya satu, melainkan tiga atau empat nama.

"Capres baru akan dibicarakan di rakernas jadi kita tunggu saja bagaimana penjaringan yang dilakukan daerah secara berjenjang dan dari bawah yang akan disuarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah NasDem dari seluruh Indonesia saat rakernas, siapa saja yang jadi capres diusulkan itu akan dibicarakan saat rakernas," katanya.

"Kita berharap nanti capres itu tidak tunggal tapi rekomendasinya beberapa, apakah 3 atau 4 kita akan disampaikan ke ketum, untuk memilih satu dan mendiskusikan, membicarakannya dengan calon-calon partai koalisi dalam rangka membentuk koalisi capres dengan prasyarat dasar presidensial threshold 20 persen," imbuhnya.

(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT