Viral Oknum Polisi Marahi Pedagang Jual Air Mineral Rp 7.000 di Puncak

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 07 Mei 2022 12:16 WIB
Ilustrasi air mineral
Ilustrasi air mineral (Foto: iStock)
Bogor -

Video menunjukkan percakapan antara seorang pembeli dan pedagang yang disebut terjadi di Puncak, Bogor, viral. Dalam percakapan itu, si pembeli yang disebut sebagai polisi terdengar marah kepada pedagang karena merasa si pedagang menaikkan atau getok harga air mineral.

"Oknum polisi marah-marah diketok harga air mineral 7 ribu," demikian tertulis dalam narasi di dalam video yang dilihat detikcom, Sabtu (7/5/2022). Tak ada penjelasan kapan peristiwa itu terjadi dan ukuran air mineral yang dijual.

Video itu menunjukkan percakapan antara seorang dari dalam mobil dan pedagang di salah satu warung. Terlihat ada mi instan hingga botol air mineral berjejer di warung itu.

"Kurang berapa? Aqua empat berapa? Kamu di Puncak ini, ke polisi aja kamu getok harga. Masa Aqua kau jual Rp 7.000 kau, sini kamu, kamu sini," kata orang dari dalam mobil itu.

Pedagang itu kemudian mendekat ke mobil tersebut. Video itu juga menunjukkan suasana di dalam mobil. Ada seorang pria menggunakan seragam dengan tulisan polisi berada di dalam mobil bersama seorang anak.

"Harga Aqua satu berapa di Puncak ini?" tanya pria yang berada di dalam mobil.

"Kalau di Puncak yang biasa Rp 7.000," ucap pedagang itu.

"Ini kau jual lagi musim libur ini, kamu jangan getok-getok harga lho. Kamu sama petugas saja berani getok harga," ucap pria itu.

Pedagang itu mengaku hanya disuruh menjual dengan harga tersebut. Pria di dalam mobil tersebut mengatakan tetap membayar sesuai harga yang dijual, tapi mengingatkan agar tidak ada getok harga.

"Terima saja, kamu ini kurangnya ini. Saya bayar ini. Bukan nawar, kamu jangan getok harga, kasihan," ujar pria dari dalam mobil.

"Kurang tahu saya juga," ujar pedagang.

"Ya sudah, sudah, cukup," ucap pria berseragam polisi dari dalam mobil.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin buka suara soal video viral itu. Dia mengatakan pedagang kerap menaikkan harga apabila melihat nomor pelat kendaraan dari luar Bogor.

"Sudah kami cek informasinya. Kalau melihat nopol luar, suka naikin tarif," kata Iman.

Simak juga 'Saat Diduga Oknum Polisi Pukul-Memaki Ojol di Jakbar':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)