Formappi Kritik PDIP Bentengi Kadernya 'Dijebak' Nonton Porno Saat Rapat

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 13 Apr 2022 03:17 WIB
Peneliti Formappi Lucius Karus.
Peneliti Formappi Lucius Karus. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengapresiasi kejujuran Fraksi PDIP yang mengakui anggota DPR dari fraksinya, HM, menonton video porno saat rapat. Meski begitu, Formappi menyayangkan sikap Fraksi PDIP yang seakan justru membentengi kesalahan anggota dewan tersebut.

"Klarifikasi PDIP atas aksi anggotanya yang kedapatan menonton konten tak senonoh di ruang sidang DPR tentu saja perlu diapresiasi. Apresiasi karena PDIP mau jujur mengakui bahwa anggota merekalah yang sedang heboh dibicarakan publik terkait aksinya menonton konten tak senonoh di ruangan sidang," kata peneliti Formappi Lucius Karus saat dihubungi, Selasa (12/4/2022).

Lucius menyebut hanya klarifikasi itu lah satu-satunya yang bisa diapresiasi dari Fraksi PDIP. Selebihnya, kata dia, penjelasan PDIP soal jebakan dan refleks, hanya membentengi kesalahan kader di fraksinya.

"Alasan-alasan yang disampaikan hanya ingin menegaskan peran Fraksi di DPR yang lebih menjadi sebagai benteng bagi anggota, pun ketika ada dugaan melakukan kesalahan. Fraksi yang diharapkan menjadi pengawas anggota justru menjadi tameng ketika anggota ketahuan melakukan kesalahan," ucapnya.

Dia menyayangkan reaksi Fraksi PDIP tersebut lantaran terkesan membuka peluang anggota melanggar aturan dan etika, alih-alih memberi ketakutan kepada mereka. Menurutnya fraksi hanya sebagai tempat berlindung dari cemoohan publik atas perilaku anggota dewan.

"Peran Fraksi seperti itu memang membuka peluang bagi anggota untuk melanggar aturan maupun etika. Tak ada kuasa menakutkan bagi anggota ketika Fraksi selalu menjadi tempat berlindung ketika sedang dijadikan sasaran cemooh publik atas perilakunya. Tak hanya untuk urusan etis terkait aksi menonton konten porno, bahkan saat seorang anggota Fraksi diduga melakukan korupsi, Fraksi juga dengan sigap memunculkan pembelaan," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga Video: Jawaban Anggota DPR Termuda Hillary Lasut Tanggapi Isu Narkoba

[Gambas:Video 20detik]



Lebih lanjut, Lucius juga berpendapat fraksi di DPR RI juga seharusnya tidak perlu ada. Dia beralasan, selain menjadi tempat berlindung anggotanya, fraksi juga justru membuat publik semakin sulit untuk melihatnya adanya orang baik di DPR.

"Pembelaan Fraksi atas anggotanya yang diduga melakukan pelanggaran etik hanya semakin membuat wajah parlemen bertambah tak berwibawa. Sudah jelas di mata publik kesalahan yang dilakukan, bagaimana bisa Fraksi justru melawan apa yang jelas-jelas terlihat? Ini yang membuat publik sulit untuk melihat adanya orang baik di DPR ketika untuk sesuatu yang dianggap salah mereka justru nampak kompak dan solider," jelasnya.

Padahal, menurutnya persoalan anggota dewan nonton porno itu bisa selesai jika Fraksi PDIP meminta maaf. "Mestinya selain mengakui keterlibatan anggotanya, fraksi bisa saja menegur anggota sambil meminta maaf kepada publik. Bukan malah membela anggota dan menyalahkan orang lain yang sengaja mau menebak," imbuhnya.

"Anggota DPR dipilih untuk bekerja, membicarakan kepentingan rakyat saat rapat. Atas alasan itu anggota yang tidur, anggota yang sibuk sendiri, anggota yang asyik menonton video tak bisa dibenarkan. Apalagi tontonan mesum," lanjutnya.

(maa/idn)