ADVERTISEMENT

Serangan Munarman Saat Bela Diri Usai Tertawa Dituntut 8 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 06:42 WIB
Munarman selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman tampak meninggalkan Polda Metro Jaya.
Munarman (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta -

Munarman membacakan pembelaan diri usai dituntut 8 tahun penjara dengan dakwaan melakukan permufakatan jahat untuk tindak pidana teroris. Sebelumnya, Munarman disebut tertawa menanggapi tuntutan tersebut.

Pengacara Munarman, Aziz Yanuar, mengatakan Munarman menampilkan ekspresi tertawa saat mendengar tuntutan jaksa. Aziz menyebut Munarman mengira dia dituntut hukuman mati.

"Ketawa-tawa aja, nggak serius, harusnya mati tuntutannya," kata Aziz usai sidang tuntutan di PN Jakarta Timur, Senin (14/3).

Sidang pledoi atau pembelaan dibacakan Munarman di Pangadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/3/2022). Munarman menyerang, menyebut dirinya adalah target, hingga menyebut pelapornya ingin naik pangkat.

Merasa Dirinya Ditarget

Mantan Sekretaris Umum (Sekum) FPI, organisasi masyarakat yang telah dilarang pemerintah, itu menyebut dirinya sudah ditarget. Kesalahan dirinya pun dicari-cari.

"Modus operandi fitnah dan rekayasa seperti ini dilakukan karena memang faktanya saya tidak ada kaitan dengan teroris mana pun dan tindakan teroris mana pun namun karena tidak ada bukti hukum apa pun, tapi targetnya saya harus masuk penjara," kata Munarman saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (21/3/2022).

Munarman lalu menyinggung perihal pembubaran FPI dan insiden penembakan 6 laskar FPI yang dilakukan di luar akal sehat. Kata Munarman, rangkaian peristiwa itu kemudian disusun untuk membuktikan dirinya gembong teroris.

"Pembubaran FPI memiliki justifikasi dan kasus 6 pengawal HRS tidak bisa dipersoalkan secara hukum hak asasi manusia, maka operasi fitnah di luar akal sehat itu pun dilakukan tanpa malu hebatnya lagi, mereka buat cerita sendiri lalu bernafsu sendiri berlomba lomba membuktikan bahwa saya adalah gembong teroris, sampai detik ini pun mereka tetap saja mengorek informasi dari semua tersangka yang ditangkap maupun napiter yang sedang menjalani masa hukuman melalui proses interogasi dan di luar hukum secara pidana," ujarnya.

Munarman menyebut para napiter yang telah selesai menjalani hukuman ditekan untuk mengucapkan kalimat yang menyatakan dirinya seolah gembong teroris. Munarman mengungkap dirinya menjadi target utama oleh sekelompok orang agar masuk penjara.

"Bahkan mantan napiter yang sudah selesai menjalani hukuman terus mereka tekan untuk mengucapkan kalimat bahwa saya seolah-olah gembong teroris, mereka kelompok orang-orang zalim ini terus-terus mencari-cari kesalahan saya dengan target utama memenjarakan saya," katanya.

Simak Video 'Munarman: Kalau Benar Saya Penggerak Teroris, Persidangan Sudah Penuh Massa':

[Gambas:Video 20detik]



Menyebut Tuduhan Hanya Halusinasi

Dalam sidang, Munarman menyebut kasusnya hanya ilusi dan halusinasi. Munarman lantas mengklaim bila dakwaan perkara ini aneh.

Munarman menuding pelapornya berhalusinasi mengarang cerita tentang FPI dan terorisme. Padahal, kata Munarman, proses hukum yang telah berjalan sampai tahap pembelaan ini tidak terbukti nama-nama pengurus FPI itu pelaku teroris.

"Lalu berhalusinasi mengarang berita bahwa para pelaku terorisme adalah pengurus FPI sebagai mana dalam BAP nya. Faktanya apa yang disebut dalam BAP pelapor Imam Subandi ini, bahwa beberapa nama yang disebutkan dalam BAP sebagai pengurus FPI hingga proses persidangan ini pada tahap pembelaan tidak pernah terbukti," ujar Munarman.

"Begitu juga video yang dijadikan modal membuat laporan polisi tersebut ditonton bersama di persidangan, dengan framing bahwa saya berbaiat ke ISIS, ternyata setelah ditonton dalam persidangan tidak terbukti saya ikut berbaiat, dalam video yang ditonton bersama saya tidak mengangkat tangan ataupun mengucapkan kalimat baiat," imbuh Munarman.

Munarman Sebut Pelapor Ingin Naik Pangkat

Dalam memberikan keterangan di persidangan, Munarman menyebut pelapor tetap menyatakan berbaiat ke ISIS. Munarman menilai pelapor bernafsu untuk menjebloskannya ke penjara.

"Namun si pelapor yang dilanjutkan si penuntut dalam persidangan tetap menyatakan bahwa saya berbaiat nampak jelas bahwa nafsu tersebut untuk masukan saya ke penjara. Mungkin bagi si pelapor, dengan saya masuk penjara secara karir dianggap prestasi dan keberhasilan serta kesuksesan besar yang akan diberi hadiah kenaikan pangkat dan jabatan," katanya.

"Ketika fitnah-fitnah yang didakwakan kepada saya bahwa saya seolah-olah berbaiat kepada ISIS, bahwa FPI difitnah mendukung ISIS melalui maklumat, bahwa pengurus FPI terlibat terorisme, bahwa saya difitnah bagian dari teroris bahkan sebagai gembong teroris," imbuhnya.

Kasusnya Hanya Ilusi

Munarman menyebut bahwa kasus yang disidangkan itu hanya ilusi dari pelapor. Munarman menyebut, jika tuduhannya benar, maka persidangan pun akan ramai.

"Mari kita berpikir sehat, kalau benar saya adalah tokoh penggerak dan memiliki kemampuan atau pengaruh untuk menggerakkan, tentu persidangan ini sudah ramai oleh massa yang dalam pengaruh baiat untuk hadir dalam setiap sesi persidangan, kenyataannya hingga hari ini, persidangan sepi-sepi saja tidak ada massa yang bergerak oleh saya untuk menghadiri persidangan ini," kata Munarman.


"Bila benar cerita-cerita khayalan dan ilusi dari orang-orang zalim tersebut bahwa saya bisa punya pengaruh untuk menggerakkan orang lain, tentu persidangan ini sudah penuh sesak sebagaimana para tokoh yang selalu dipenuhi masa pendukung. Jadi ini merupakan bukti konkrit lainnya bahwa ilusi dan halusinasi orang-orang zalim tersebut bener-bener fitnah semata, begitu juga dakwaan yang bermufakat jahat untuk melakukan terorisme adalah ilusi khayalan para konspirator dan penjahat kemanusiaan," imbuhnya.

Munarman Minta Dibebaskan

Munarman meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkaranya agar membebaskan dari dakwaan dan tuntutan terkait kasus terorisme. Munarman meminta hakim menyatakan dirinya tidak bersalah.

"Tiba saatnya bagi saya untuk menyampaikan permohonan kepada majelis hakim yang mulia agar berkenan menjatuhkan putusan, menyatakan saya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam dakwaan pertama, dakwaan kedua dan dakwaan ketiga. Membebaskan saya oleh karena itu dari segala dakwaan penuntut umum," kata Munarman.

Munarman memohon kepada hakim untuk membebaskannya segera setelah putusan dibacakan. Dia pun memohon majelis hakim memulihkan hak-haknya dalam kedudukan, harkat dan martabat di masyarakat.

"Memerintahkan penuntut umum untuk membebaskan saya dari tahanan, segera setelah putusan dibacakan. Memulihkan hak-hak saya dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabat saya di masyarakat," ujarnya.

"Membebankan biaya perkara kepada negara," sambungnya.

(aik/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT