Aminullah/Christopher Rungkat Juara Tennis Koetaradja Cup 2022

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 21 Mar 2022 09:48 WIB
Pemkot Aceh
Foto: Pemkot Aceh
Jakarta -

Tennis Koetaradja Cup JU-95 Tahun 2022 resmi berakhir. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang berpasangan dengan petenis terbaik Indonesia Christopher Rungkat tampil sebagai juara.

Performa gemilang yang ditampilkan petenis beda generasi ini tak terbendung dari hadangan petenis top lainnya yang mengikuti kejuaraan ini. Di semifinal, Aminullah/Christo menaklukkan perlawanan Amir/Fahrul 8-5.

Di final mereka ditantang ganda terbaik lainnya, yakni Tio Lana/Imsar yang lolos ke partai puncak setelah menang atas Taqwim/Nuzul dengan skor telak 8-3.

Pertandingan yang ditunggu-tunggu pun tersaji di final. Ketangguhan Aminullah/Christo diuji oleh pasangan yang juga berstatus favorit, Tio Lana/Imsar.

Laga ini berlangsung seru dimana poin yang diraih sangat ketat. Penampilan agresif Aminullah/Christo diladeni dengan semangat juang tinggi yang ditunjukkan Tio Lana/Imsar.

Tio Lana, petenis yang pernah dipanggil pelatnas junior bersama pasangannya, Imsar bahkan sempat menahan Aminullah/Cristo di skor 3-3.

Namun Aminullah/Christo kemudian menjauh 5-3 hingga menutup laga final dengan skor 8-4. Mental juara kedua petenis ini membuat mereka tampil lebih tenang dan menguasai pertandingan.

Dengan hasil ini, Aminullah/Cristo tampil sebagai kampiun. Mereka mendapatkan piala dan medali emas serta uang hadiah sebesar Rp15 juta. Tio Lana/Imsar sebagai runner up juga mendapatkan piala, medali perak dan hadiah uang sebesar Rp7 juta.

Juara III bersama diraih Taqwim/Nuzul dan pasangan Amir/Fahrul. Kedua pasangan ini mendapatkan piala, medali perunggu dan hadiah uang masing-masing Rp4 juta.

Tropi kepada juara diserahkan Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub dan Ketua Panitia yang juga Plt Kadispora Banda Aceh, Reza Kamilin.

Usai final, pecinta tenis Aceh kemudian disuguhi tontonan kelas dunia yang ditunjukkan Christopher Rungkat dan Rifqi Fitriadi. Kedua squad Tim Davis Indonesia ini saling berhadapan. Rifqi berpasangan dengan Heri Laksana dan Cristo berpasangan dengan Aminullah.

Meski hanya eksebisi, laga berjalan sangat ketat. Pertandingan berlangsung dalam tempo cepat, dimana Cristo dan Rifqi menunjukkan penampilan terbaik mereka. Performa mereka kemudian diimbangi dengan penampilan apik dari Aminullah dan Heri Laksana.

Laga eksebisi ini juga dimenangkan Aminullah/Cristo dengan skor 6-4. Usai partai eksebisi, Aminullah menutup secara resmi turnamen berhadiah total Rp 30 juta ini.

Ia menyampaikan turnamen tersebut digelar bukan sekedar untuk mencari juara, tapi sisi pembinaan jauh lebih penting dengan dua petenis terbaik Nasional, Christopher Rungkat dan Rifqi Fitriadi dihadirkan ke Banda Aceh untuk memotivasi para petenis junior lebih mencintai dan menggeluti olahraga tenis.

Ketum Baveti Aceh itu mengatakan Tennis Koetaradja Cup 2022 membuka sesi coaching clinic. Lebih dari 50 petenis junior mulai usia 6 tahun mendapatkan ilmu dasar tenis langsung dari petenis Christopher Rungkat dan Rifqi Fitriadi. Para petenis junior di Banda Aceh sangat antusias mengikuti sesi coaching clinic bersama petenis yang rutin mengikuti turnamen grand slam tersebut.

"Kami sangat berterimakasih kepada Cristo dan Rifqi sudah meluangkan waktu ke Banda Aceh. Kedatangan kedua petenis terbaik Indonesia ini memberikan motivasi bagi kita semua stakeholder untuk berbuat lebih banyak lagi bagi tenis Aceh. Ayo teman-teman di Pelti dan Baveti juga, tenis Aceh harus bangkit dengan kedatangan Cristo dan Rifqi," ajak Aminullah dalam keterangan tertulis, Senin (21/3/2022).

Ia juga menyampaikan, event sebesar Tennis Koetaradja Cup selain sebagai ajang meningkatkan prestasi dan pembinaan juga sebagai sarana promosi wisata Banda Aceh.

Katanya, kehadiran Christo dan Rifqi serta peserta lainnya dari berbagai daerah membuat semua mata menuju ke Banda Aceh. Tentu akan menarik minat wisatawan ingin mengunjungi kota yang dikenal dengan kuliner dan kopi bercita rasa dunia.

Di akhir sambutan, Aminullah menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia dan sponsor seperti PDAM, Bank Aceh, BSI dan lainnya yang telah mensupport suksesnya kegiatan tersebut.

Tak lupa ia juga menyampaikan terimakasih kepada Pangdam IM dan Kajasdam yang telah mendukung turnamen dengan lapangan Indoor Jasdam IM Neusu juga menjadi salah-satu lokasi pertandingan.

"Selama beberapa hari ini Banda Aceh diguyur hujan, namun turnamen ini sukses kita gelar, berjalan lancar karena ada dukungan lapangan indoor. Terima kasih kepada Pangdam IM dan Kajasdam IM yang telah mendukung dengan memberikan lapangan indoornya," imbuh Aminullah.

Christopher Rungkat yang sudah berada selama tiga hari di Banda Aceh mengaku terkesan dengan suasana 'Kota Gemilang'. Hal tersebut disampaikan petenis yang pernah menembus peringkat 68 dunia itu di sesi wawancara usai final Tennis Koetaradja Cup JU 95 Tahun 2022 berlangsung.

Katanya, sejak kedatangannya di Ibukota Provinsi Aceh, dirinya dan Rifqi rekannya di Tim Davis Indonesia disambut hangat masyarakat Banda Aceh dan pecinta tenis.

Ia mengaku sangat senang bisa berada di Bumi Serambi Mekkah dan merasakan sangat nyaman dan aman.Ia bercerita sering keluar dari hotel menikmati kopi dan kuliner yang terkenal di Banda Aceh. Christo juga sudah menikmati Kopi Aceh yang cita rasanya telah mendunia.

"Bahkan saya sudah mencoba belajar meracik kopi, saring kopi secara manual malam itu," ujarnya.

"Beberapa kali saya sudah mencicipi kuliner, dan saya sangat menyukainya. Rasanya enak sekali," tambahnya.

Ia pun merasakan kenyamanan berada di Banda Aceh. Ia melihat Banda Aceh merupakan sebuah kota yang sangat nyaman untuk dikunjungi.

"Saya merasa sangat aman ya di sini. Kota ini kondusif sekali, saya sering keluar malam hari untuk sekedar mencari makan dan ngopi," ungkapnya.

Terkait dengan antusias tenis di Aceh, Christo menaruh harapan besar suatu saat akan lahir petenis handal yang bisa mewakili Indonesia ke kancah tenis Internasional.

"Saya sangat melihat semangat dan antusias anak-anak akan tenis, terutama yang usia di bawah 6 dan 8 tahun kemarin di sesi Coaching clinic. Saya ingin ya, ada petenis dari Aceh yang bisa mewakili Indonesia nanti di kancah internasional. Saya lihat potensinya lumayan bagus. Mudah-mudahan kalau dikembangkan dengan baik akan jadi penerus lah nanti ke depannya," ucap Cristo.

Tak lupa ia juga menyarankan seluruh stakeholder tenis di Banda Aceh dan Aceh benar-benar memberikan dukungan dalam sisi pembinaan petenis muda.

Lanjut Christo, soal pembinaan biasanya dana jadi kendala. Kondisi itu juga dirasakan oleh provinsi-provinsi lainnya di seluruh Indonesia.

Namun ia meyakini dengan adanya sosok seperti Aminullah Usman sebagai kepala daerah yang memiliki dedikasi tinggi untuk kemajuan tenis kendala tersebut akan menemukan solusinya.

"Pembinaan tenis itu tidak mudah ya. Dana biasanya jadi kendala, bukan hanya di Aceh saja tapi di provinsi lain juga seperti itu. Petenis junior bisa berkembang perlu bantuan dari para pengambil kebijakan, seperti Pak Wali Kota Aminullah yang berdedikasi tinggi dan cinta tenis. Sosok seperti beliau sangat dibutuhkan untuk membangkitkan bakat-bakat muda tenis di Aceh," urainya.

(ega/ega)