Penuhi Panggilan Komnas HAM, Densus Jelaskan Peranan-Penembakan dr Sunardi

ADVERTISEMENT

Penuhi Panggilan Komnas HAM, Densus Jelaskan Peranan-Penembakan dr Sunardi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 15 Mar 2022 19:21 WIB
Tim Densus 88 penuhi panggilan Komnas HAM soal kasus dokter Sunardi
Tim Densus 88 memenuhi panggilan Komnas HAM terkait tersangka teroris dr Sunardi. (Azhar Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 memenuhi panggilan Komnas HAM terkait penembakan tersangka teroris dokter Sunardi. Densus 88 menjelaskan 3 hal kepada Komnas HAM, dari peran dr Sunardi dalam jaringan terorisme hingga soal penembakan.

"Dalam konteks penjelasan itu, kami menjelaskan tiga hal kepada Komnas HAM secara umum. Pertama adalah bagaimana status tersangka dari dokter Sunardi. Kedua adalah kronologi dari peristiwa penegakan hukum yang membutuhkan tindakan tegas dan terukur," kata Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022).

Aswin mengatakan pihaknya juga memberikan dokumentasi terkait penembakan tersebut. Proses permintaan keterangan memakan waktu dua jam lebih.

"Ketiga adalah dokumentasi-dokumentasi yang sudah kami tunjukkan kepada Komnas HAM," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut Densus 88 juga telah menjelaskan latar belakang dari dokter Sunardi dalam jangka waktu hingga tiga tahun. Hal itu meliputi aktivitas-aktivitas yang dilakukan dokter Sunardi.

"Jadi kami dikasih background itu semua, meyakinkan kami apakah betul proses menjadikan tersangka itu, dan background bagaimana keterlibatan almarhum (dr Sunardi) ini sebagai terduga anggota teroris," katanya.

"Jadi dijelaskan hubungannya ini dan ini. Bahkan ditarik rentang waktu yang cukup lama. Jadi rentang waktunya lebih dari tiga tahun. Informasinya itu berangkat lebih dari tiga tahun, aktivitas-aktivitasnya," tambahnya.

Menurut Anam, peristiwa penangkapan yang berujung penembakan dr Sunari tidak berdiri sendiri. Dia menyebut penangkapan dr Sunardi berkaitan dengan penangkapan tersangka teroris lain berinisial AD di Jakarta.

"Yang kedua ini, sebenarnya peristiwa ini tidak berdiri sendiri, ada beberapa orang yang di saat bersamaan, karena suatu peristiwa ini diyakini Densus 88, peristiwa terorisme, itu peristiwanya diangkat ada penegakan hukum. Jadi penegakan hukum dokter Sunardi ini, tidak hanya dia sendiri, tapi ada yang lain di saat bersamaan, inisialnya AD, lokasinya di Jakarta, sebenarnya itu peristiwa yang berangkaian," katanya.

Polri sebelumnya juga sudah menjelaskan soal penembakan dr Sunardi. Simak di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT