ADVERTISEMENT

Kabar Terbaru Kasus Wanita Tewas Disuntik Filler Payudara di Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Feb 2022 07:47 WIB
Polisi tangkap transpuan pelaku suntik filler payudara yang tewaskan korban perempuan RCD (34) di hotel di Tamansari, Jakbar
Polisi tangkap tersangka Windi dan AR terkait kasus filler payudara (Dok. Polres Jakbar)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kematian wanita inisial RCD (34), yang diduga tewas akibat malpraktik filler payudara di hotel di Tamansari, Jakarta Barat. Terbaru, polisi menangkap tersangka Rwinay Rudi alias Windi alias ER, seorang transpuan dan rekannya, laki-laki berinisial AF.

Tersangka Windi ditangkap di Cikupa, Tangerang. Sedangkan AF ditangkap di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Praktik Suntik Filler Ilegal Sejak 2004

Kapolsek Tamansari Kompol Rohman Yongky mengatakan tersangka Windi sudah lama melakukan praktik suntik filler payudara.

"Kalau dari keterangan memang dia sudah melakukan praktik (filler payudara), cukup lama dari tahun 2004, dia sudah melakukan," kata Kapolsek Tamansari Kompol Rohman Yongky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Buka Pelayanan di Salon

Yogky mengatakan tersangka melayani panggilan treatment filler payudara. Namun, dia juga melakukan praktik filler payudara ini di salon miliknya.

"Berdasarkan data-data yang ada, untuk pelaku berinisial WR bekerja sebagai penyuntik, walaupun ada juga dia salon yang dilakoni sejak 2004," imbuhnya.


Tersangka Bukan Dokter

Yongky memastikan praktik suntik filler payudara yang dilakukan tersangka Windi adalah ilegal. Windi bukan seorang dokter dan tidak memiliki sertifikasi khusus dalam suntik filler payudara ini.

"Dia bukan dokter dan dia juga tidak ada sertifikasi khusus untuk melakukan kegiatan tersebut. Kalau bahasa kita sih ilegal, tidak memiliki izin," katanya.

Simak di halaman selanjutnya: korban alami pecah payudara.


Korban Disuntik Silikon 1.00 Ml


Perempuan inisial RCD (34), tewas setelah disuntik filler payudara oleh tersangka Rwinay Rudi alias Windi alias ER. Tersangka diketahui telah menyuntikkan dosis 1.000 ml cairan silikon ke payudara korban hingga tewas dengan kondisi payudara pecah.

"Korban disuntik di kedua payudara sebanyak 1.000 ml, yang mana di setiap payudara disuntik silikon sebanyak 500 ml," kata Kapolsek Tamansari Kompol Rohman Yongky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Yongky mengatakan biaya suntikan seharga Rp 4 juta. Dia menyebut korban membayar Rp 2,5 juta secara tunai dan Rp 1,5 juta secara nontunai.

"Untuk suntikan sendiri, berdasarkan hasil keterangan, seharga Rp 4 juta, Rp 2,5 juta tunai dan sisanya transfer," katanya.


Korban Alami Pecah Payudara

Pada Sabtu (19/2) sekitar pukul 13.00 WIB, korban ditemukan telah meninggal dunia di atas ranjang oleh petugas hotel. Korban ditemukan tewas dengan kondisi payudara bocor.

"Korban ditemukan oleh petugas hotel telah meninggal dunia di atas ranjang kamarnya dengan kondisi kedua payudara pecah atau bocor mengalir darah dan cairan," katanya.


Simak kronologi kejadian di halaman selanjutnya.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Tamansari, Kompol Rohman Yongky, mengatakan kejadian berawal ketika korban janjian dengan tersangka ER pada Jumat (18/2) di sebuah Hotel di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Ini kali kedua korban disuntik filler payudara oleh tersangka.

"Korban telah melakukan penyuntikan filler payudara oleh pelaku sebanyak dua kali, pertama di 2011. Kemudian korban kembali meminta pelaku menyuntikkan filler payudara pada Jumat (18/2) karena alasan payudaranya sudah mulai kendor," kata Yongky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Korban check-in di hotel tersebut pada Kamis (17/2). Korban sudah janjian dengan tersangka Windi di kamar 401 untuk suntik silikon. Tersangka Windi berangkat dari Cikupa, Tangerang, menggunakan bus dan turun di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Windi lalu dijemput oleh seorang pria berinisial AF.

Sekitar pukul 13.00 WIB, keduanya tiba di hotel dan AF menunggu di sekitar hotel. Sedangkan tersangka Windi memasuki kamar 401 yang sudah dipesan oleh korban.

"Kemudian ER melakukan tindakan penyuntikan bius terlebih dahulu terhadap korban, setelah itu ER melakukan suntikan silikon ke kedua payudara korban sebanyak 1.000 ml, yang mana setiap payudara disuntik silikon 500 ml," katanya.

Setelah melakukan suntik silikon itu, tersangka meninggalkan korban di kamar hotel. Korban ditemukan tewas pada Sabtu (19/2).

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT