ADVERTISEMENT

Ulah Pelajar Tawuran di Flyover Pesing Berdalih Rayakan Ultah Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 06:59 WIB
Sekelompok remaja terekam kamera tawuran di jalan raya di Jakbar. Mereka terlihat saling beradu melontarkan petasan. Polisi memburu pelaku. (Screenshot video viral)
Sekelompok remaja terekam kamera tawuran di jalan raya di Jakbar. Mereka terlihat saling beradu melontarkan petasan. Polisi memburu pelaku. (Screenshot video viral)

14 Orang Diamankan

Polisi membubarkan aksi tawuran itu. Belasan anak diamankan berikut senjata tajam.

"Kami berhasil mengamankan kembali sejumlah pelajar yang melakukan aksi tawuran pelajar di flyover Pesing. Kami berhasil mengamankan sebanyak 14 pelajar berikut sajam (senjata tajam) jenis celurit sebanyak 2 buah," ujar Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rahmad Sujatmiko saat dimintai konfirmasi, Selasa (15/2/2022).

Rahmad menyebut tawuran terjadi pada Senin (14/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelum ke lokasi tersebut, pihaknya juga membubarkan tawuran pelajar di Jalan Kali Sekretaris, Jakbar, pukul 15.30 WIB kemarin.

"Kami bubarkan aksi tawuran pelajar yang terjadi di dua lokasi yakni di Jalan Kali Sekretaris, belakang Indosiar dan di flyover Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat," jelas Rahmat.

Pembawa Celurit Jadi Tersangka

Dari belasan pelaku yang diamankan itu polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka karena membawa senjata tajam.

"Hanya ada satu orang yang bawa celurit itu yang kita proses," kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Slamet Riyadi saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/2/2022).

Satu tersangka merupakan pelajar berinisial RS (18). RS terjerat Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951

"Bukan (milik dia semua) yang satu sajam itu dipegang oleh salah satu pelajar. Kalau yang dua itu ditemukan oleh warga diserahkan ke polisi. Jadi satu aja diproses," ucap Slamet.

Sementara 13 lainnya yang sempat dibawa ke Polsek Kebon Jeruk kini telah dipulangkan. Alasannya, karena tidak cukup unsur pidana.

"Jadi pihak yang lain dikembalikan karena tidak cukup unsur untuk dilakukan pidananya," ujarnya.


(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT