ADVERTISEMENT

Kecewanya Bupati Bantul pada Pemuda Bucin Jual Perabot Rumah demi Pacar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 09:46 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Senin (14/2/2022).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Senin (14/2/2022). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Jakarta -

Kelakuan pemuda bucin (budak cinta) di Bantul berinisial DRS (24), yang menjual perabotan rumah tangga milik ibunya, membuat kecewa Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. DRS disebut menjual isi rumah ibunya demi modal pacaran dengan sang kekasih.

Dikutip dari detikjateng, Selasa (15/2/2022), Abdul Halim Muslih menyampaikan sempat mendamaikan DRS dengan ibunya, Paliyem, karena sang ibunda sempat melaporkan perbuatan anak laki-lakinya itu ke polisi. Laporan itu dibuat saat DRS pertama kali berulah menjual perabot hingga genteng rumah ibunya demi memanjakan pacar.

"Ya saya kaget gitu. Lha ini gimana ini, sudah kita carikan bantuan, sudah kita upayakan pembebasannya. Setelah bebas kok kumat lagi. Kan repot ini," ujar Halim di sela acara peringatan Hari Pers Nasional di Bambanglipuro, Senin (14/2).

"Jadi ekspektasi saya tidak terjadi. Harapan saya dia sembuh tidak kumat lagi. Tapi kok malah kumat lagi," sambung Halim.

Halim meminta DRS bekerja dan tidak hanya mementingkan gaya hidup. Halim yakin pekerjaan DRS sebagai pengemudi ojek online (ojol) sebelumnya sebenarnya cukup jika hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pemuda bucin Bantul, inisial DRS (kiri), ditangkap polisi, Minggu (13/2/2022).Pemuda bucin Bantul, inisial DRS (kiri), ditangkap polisi, Minggu (13/2/2022). (dok. Satreskrim Polres Bantul)

"Dia (DRS) itu kan masih muda, masih roso (kuat) sebelumnya juga driver ojol yang penghasilannya lumayan. Ya kalau mengikuti gaya hidup itu sampai kapan pun, sampai berapa pun, pendapatan kita tidak akan cukup," ucapnya.

"Jadi jangan bersembunyi di balik kebutuhan untuk memenuhi gaya hidup. Wong sebenarnya kalau kebutuhan untuk hidup jadi driver ojol cukup kok. Tapi kalau gaya mentraktir yange (pacarnya) di restoran besar, gaya hidup mewah ya tidak akan cukup," imbuh Halim.

DRS Kembali Ditangkap dan Ditahan

Usai berulah kedua kalinya, polisi kembali menciduk pemuda bucin ini. DRS diamankan bersama pacarnya di rumah pada Minggu (13/2).

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha menjelaskan status DRS saat ini adalah tersangka. Pemuda bucin tersebut kini ditahan di Rutan Mapolres Bantul.

"Pada saat ini terduga pelaku sudah kami tetapkan tersangka dan ditahan di rutan (ruang tahanan) Polres Bantul," ujar Archye.

Lihat juga video 'Jurus Hindari Penipuan Berkedok Cinta Saat Valentine!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak nasib pacar DRS yang ikut diciduk polisi di halaman berikutnya.

Archye menerangkan status dari pacar DRS saat ini masih sebagai saksi. Namun berdasarkan pemeriksaan awal, sang pacar DRS mengetahui semuanya perbuatan DRS.

"Status pacarnya masih saksi dan ini masih pacar yang sama. Karena biar bagaimanapun pacarnya itu ya mengetahui terkait tindakan yang dilakukan oleh pelaku," kata Archye.

Kompor Pemberian Bupati Ikut Dijual

Archye mengungkapkan DRS telah memberikan keterangan dirinya menjual dua perabotan milik ibunya kali ini. Yang pertama adalah meja dan yang kedua adalah kompor gas pemberian Bupati Bantul.

"Dia membawa kompor tersebut, kemudian menjualnya pada saat perjalanan ke tempat pacarnya di Jawa Timur. Kalau uangnya itu dari keterangan sudah digunakan (DRS) untuk kebutuhan pribadi dan untuk membelikan barang untuk pacarnya," terang Archye.

Archye menyebut motif DRS menjual perabot dan kompor ibunya masih sama seperti sebelumnya, yakni memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ingin memanjakan pacar. "Dia (DRS) ini tidak memiliki penghasilan, tapi dia ingin membahagiakan pacarnya," jelas Archye.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DRS disangkakan Pasal 363 KUHP juncto Pasal 367 ayat 2 KUHP juncto Pasal 65 ayat KUHP ayat 1. DRS terancam hukuman 9 tahun penjara.

"Anak dari Ibu Paliyem melakukan tindak pidana yaitu pencurian dalam keluarga dan pencurian dengan pemberatan. Maka kami kenakan pasal berlapis dengan 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat), karena anak tersebut sempat memecah kaca untuk bisa masuk dalam rumah dan mengambil meja," ucap Archye.

Simak berita selengkapnya hanya di detikjateng.

(aud/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT