Diduga Cabuli Bocah SD, 8 Pemuda di Lombok Dipolisikan Ortu Korban

Faruk Nickyrawi - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 13:20 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Lombok Timur -

Delapan pemuda di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan ke polisi setelah diduga mencabuli bocah SD secara bergiliran. Polisi kini mengusut dugaan pencabulan itu setelah menerima laporan dari orang tua korban.

"Iya benar, sudah ada laporan masuk. Dilaporkan pada 31 Januari 2022," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Iptu M Fajrin saat dihubungi detikcom, Jumat (4/2/2022).

Fajrin mengatakan dugaan korban diperkosa oleh delapan pemuda itu merupakan keterangan korban kepada orang tuanya. Namun hal itu diduga kuat benar-benar terjadi. Hanya saja, tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

"Hasil dari pemeriksaan orang tua korban bahwa peristiwa tersebut tidak dilakukan oleh delapan orang secara bersama. Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini, dan meminta bantuan psikolog untuk mendampingi korban anak," ujarnya.

Polisi sementara ini masih kesulitan menggali informasi dan keterangan delapan orang terduga pelaku. Pasalnya, korban memberikan keterangan yang berubah-ubah kepada pihak kepolisian.

"Ini yang masih kami dalami, karena keterangan dari anak masih berubah-ubah," tuturnya.

Berdasarkan laporan dari orang tua korban, pacar korban diduga turut terlibat dalam pemerkosaan bergilir itu karena, sebelum kejadian terungkap, korban dijemput oleh pacarnya menggunakan sepeda motor menuju ke sebuah tempat.

"Berdasarkan keterangan orang tua korban, korban dijemput oleh laki-laki, kemudian diajak ke rumah keluarga terlapor, yang mana kondisinya pada saat itu sepi. Kemudian korban dan terlapor melakukan hubungan layaknya suami-istri. Atas penjelasan tersebut, orang tua korban keberatan dan melaporkan ke Polres," jelasnya.

Sementara itu, terhadap delapan orang lainnya yang diduga terlibat, polisi masih mendalami identitas terduga pemerkosa.

"Kami dalami dan lakukan penyelidikan. Yang terduga pelaku ini kami belum mendapatkan identitas resminya," kata Fajrin.

(hmw/nvl)