Resmikan Rusun Ponpes Az-Zayadiyy, Puan Harap Santri Belajar Lebih Nyaman

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 22:24 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani bagi-bagi kaus kepada masyarakat di Boyolali. Bagi-bagi kaus itu dilakukan usai meninjau vaksinasi COVID-19 untuk anak 6-11 tahun di SDN 1 Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Pondok Pesantren (Ponpes) Az-Zayadiyy di Sukoharjo, Jawa Tengah kini menempati bangunan baru rumah susun. Rumah susun Ponpes Az-Zayadiyy memiliki dua tower yang diperuntukkan bagi santri laki-laki dan perempuan.

Rusun Ponpes Az-Zayadiyy mulai dibangun pada 2018 dengan pembiayaan APBN senilai Rp 12,7 miliar atas usulan Puan Maharani yang saat itu masih menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Dalam peresmian Rusun Ponpes Az-Zayadiyy, Rabu (19/1/2022), Puan berharap bangunan yang lebih layak dapat membuat santri dan santriwati lebih giat belajar.

"Harapan kita tentu Insya Allah dengan fasilitas yang baik maka para Santri dan Santriwati dapat belajar dengan baik dan nyaman," kata Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (19/1/2022).

Sementara itu, Kyla Vadia (15), salah seorang santriwati kelas 3 di Ponpes Az-Zayadiyy, Sukoharjo bersyukur karena ia bersama sekitar 360 rekannya bisa mendapatkan hunian yang lebih nyaman.

"Enak, nyaman, fasilitas juga lebih bagus", kata Kyla dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (19/1/2022).

Kyla dan 127 santriwati lain menempati tower 2 rumah susun ponpes Az-Zayadiyy. Tower khusus putri ini memiliki luas 800 meter persegi, terbagi atas 3 lantai. Kamar mereka berbentuk mini barak. Di dalam kamar terdapat tempat tidur susun, kipas angin dan lemari. Kyla mengatakan rusun ini juga dilengkapi kamar mandi yang bersih, halaman luas dan balkon.

Adapun tower 1 seluas 1.300 meter persegi diperuntukkan bagi 240 santri laki-laki. Tower ini dilengkapi 120 tempat tidur susun.

Sebelumnya, saat mengunjungi pembangunan Rusun Ponpes Az-Zayadiyy beberapa waktu lalu, Puan menyatakan, salah satu bentuk persatuan bangsa adalah dengan memastikan seluruh warga bangsa bisa hidup dengan tenteram.

"Sebagai bangsa majemuk, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Anugerah Allah SWT ini, haruslah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, merawat, dan membangun agar memberikan kehidupan yang tenteram, sejahtera, dan beradab. Indonesia harus maju, diperhitungkan oleh bangsa lain. Kita kecil kalau kuat, akan kuat. Tapi kalau besar kemudian terpisah-pisah, tentu akan mudah dipecah belah," tutur Puan kala itu.

(ega/ega)