ADVERTISEMENT

Nusantara Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Buah Bibir Media Mancanegara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:37 WIB
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru sudah diputuskan pemerintah dengan nama Nusantara. Bagaimana sejarah nama Nusantara?
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru (Foto: dok. screenshot)
Jakarta -

Nusantara diputuskan menjadi nama ibu kota negara baru menggantikan DKI Jakarta. Suara pro kontra menghiasi ruang publik masyarakat Indonesia. Nusantara tak luput dari perhatian media mancanegara.

Nama Nusantara dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi ibu kota negara baru setingkat provinsi itu. Perdebatan nama Nusantara sempat terjadi di tingkat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara atau Pansus IKN DPR RI ketika produk legislasi itu belum disahkan menjadi undang-undang.

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan alasan dipilih nama Nusantara lantaran sudah dikenal sejak dulu dan ikonik secara internasional. Selain itu, nama itu mudah menggambarkan Republik Indonesia.

"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, republik Indonesia, dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," ujar dalam rapat di DPR seperti dirangkum detikcom, Rabu (19/1/2022).

Kemarin, Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (RUU IKN) juga sudah disetujui menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR RI. Dengan begitu, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) dengan nama Nusantara bisa dilaksanakan.

Jadi Bahasan Dunia

Salah satu media asing yang menyoroti Nusantara ialah CNN Internasional. 'Indonesia namai ibu kota baru, setujui perpindahan dari Jakarta', begitu headline yang ditulis CNN Internasional.

"Indonesia telah menamai ibu kota barunya Nusantara, setelah anggota parlemen menyetujui perpindahan dari Jakarta ke Kalimantan-daerah yang tertutup hutan di timur pulau Kalimantan," tulis CNN Internasional mengawali laporannya, dikutip detikcom.

Sorotan juga datang dari media asal Inggris, The Guardian. The Guardian menyorot Nusantara dalam artikel berjudul 'Indonesia menamakan ibu kota barunya Nusantara, menggantikan Jakarta yang tenggelam'.

Simak juga video 'UU IKN Disahkan-Ibu Kota Baru Bernama Nusantara':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut

Dalam artikelnya, The Guardian turut menuliskan perpindahan ibu kota ini dengan harapan beban Jakarta sebagai kota berpenduduk 10 juta jiwa yang terkenal macet, sering dilanda banjir, dan merupakan salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dapat berkurang.

"Sebagian wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan sekitar 25 cm per tahun, karena penurunan tanah-termasuk bahkan tembok laut yang dirancang sebagai penyangga bagi masyarakat," tulis The Guardian.

Media asal Amerika Serikat (AS), The Washington Post; Bloomberg; kantor berita Arab Saudi, Al Arabiya; lembaga penyiaran Jerman, Deutsche Welle (DW); media asal Jepang, Nikkei Asia; hingga koran asal Singapura, The Straits Times juga menyoroti Nusantara.

"Indonesia Menamai Ibu Kota Baru 'Nusantara' Saat DPR Menyetujui Perpindahan," demikian judul Nikkei Asia.

Sementara, South China Morning Post menyoroti Nusantara dalam artikel berjudul 'Saat Indonesia menamai ibu kota barunya yang bernilai US$34 miliar sebagai 'Nusantara', para kritikus yang berpikiran historis mengatakan itu 'sulit untuk melihat idenya'.

Kepala Otorita

Wacana soal kepala otorita ibu kota negara (IKN) mencuat seiring pengesahan Undang-Undang IKN. Presiden Jokowi mengungkap kriteria calon pemimpin ibu kota yang bernama Nusantara itu.

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Jawaban Jokowi membuat peserta pertemuan berasumsi ke sosok kepala daerah tingkat I berlatar belakang arsitek yang merupakan orang Sunda. Namun saat ditanya lebih jauh, Jokowi hanya tersenyum.

Jokowi juga berbicara tentang pemilihan nama Nusantara untuk IKN. Dia mengatakan nama tersebut tak serta merta dipilih karena pendapat pribadinya, namun juga sudah menampung aspirasi sejumlah pihak.

(gbr/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT