ADVERTISEMENT

Ironi Ulama Ponpes di Balikpapan Cabuli 13 Santriwati

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 07:02 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Ironi oknum ulama salah satu pondok pesantren di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), jadi tersangka kasus pencabulan. Ulama berinisial M itu diduga mencabuli 13 santriwati.

M resmi menjadi tersangka setelah gelar perkara penyidik PPA Polda Kaltim pada Jumat (14/7). Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf mengatakan penyidik mengantongi dua alat bukti tersangka mencabuli sejumlah santriwati.

"Iya, sudah (tersangka)," ujar Yusuf, kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

M terindikasi memperkosa 13 santriwatinya. Namun belakangan, PPA Balikpapan meluruskan bahwa yang dilakukan M adalah pencabulan.

Kombes Yusuf menegaskan posisi M merupakan salah satu oknum ulama di pesantren yang menjadi lokasi pencabulan.

Kepala UPTD PPA Kota Balikpapan Esti Santi mengatakan pihak korban pada awalnya memang melaporkan dugaan pencabulan itu ke UPTD PPA Balikpapan sehingga pihaknya melaporkan kasus ini ke Polda Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam pengakuannya, salah seorang santriwati mengaku dicabuli sehingga melapor kepada orang tuanya pada 4 Oktober 2021.

"Kemudian tanggal 6 Oktober ke kantor kami. Mereka kami asesmen. Kami ingin tahu kan cerita sebenarnya. Waktu asesmen awal ada dua orang. Dia datang, kemudian kita antarkan untuk lapor ke Polda," sambung Esti.

Lihat juga Video: Tersangka Pemerkosa di Ponpes Bandung Dikenal Pribadi yang Tertutup

[Gambas:Video 20detik]



Esti mengatakan terungkapnya dugaan pencabulan ini bermula dari pengakuan salah satu korban kepada orang tuanya.

"Setelah itu orang tuanya datang ke sana untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, dia melaporkan kepada orang tuanya, dia sudah tidak nyaman karena ada tindakan yang membuat dia tidak nyaman," kata Esti.

Lebih lanjut Esti menjelaskan pada dasarnya korban mengaku dicabuli dengan cara dicium.

"(Perbuatan terlapor) kayak mencium, meraba gitu, seperti itu," kata Esti.

Hasil penyelidikan polisi, para korban diiming-imingi duit Rp 20-50 ribu.

"Modusnya korban di ajak jalan keluar ponpes, sampai di luar korban diiming-iming uang sebesar 20 ribu hingga 50 ribu rupiah, lalu dia (pelaku) pegang-pegang," ujar Yusuf.

Kombes Yusuf menerangkan, dalam melakukan aksinya, M diketahui melakukan aksi cabul di beberapa tempat dan beberapa waktu. Mengenai jumlah korban, Yusuf mengatakan sampai saat ini kasus pencabulan pihaknya baru menerima laporan 4 orang.

"Iya baru 4 orang yang melapor, kami juga mengimbau kalau ada korban lainnya segera melapor,"ucapnya.

"Saksi sudah banyak yang diperiksa, termasuk saksi korban, " sambung Yusuf.

Tersangka dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan. "(Dijerat Pasal) Pencabulan," ungkap Kombes Yusuf.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT