ADVERTISEMENT

Istana Diminta Klarifikasi soal Twitter Jokowi Salah Unggah Sirkuit Mandalika

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 08:38 WIB
ilustrasi twitter
Ilustrasi (Dok. 9to5mac)
Jakarta -

Kesalahan postingan di akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait sirkuit Portugal yang ditulis Mandalika ramai diperbincangkan. Postingan itu kini sudah dihapus.

Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Firman Kurniawan mengatakan wajar saja persoalan itu masih jadi perbincangan hangat meski sudah dihapus. Sebab, akun tersebut merupakan media sosial presiden.

"Komunikasi media sosial hari ini, tak terelakkan, telah jadi realitas di dalam masyarakat. Di satu sisi keadaan ini mempercepat distribusi informasi. Sehingga informasi yang bersifat membangun partisipasi, penjelasan pada publik maupun informasi yang menunjukkan sikap pemerintah pada persoalan tertentu, cepat sampai kepada masyarakat," kata Firman kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Jadi, kata Firman, akun itu dituntut untuk menerapkan akurasi. Hal itulah yang menjadi tantangan bagi pengelola akun.

"Namun di sisi lain kesigapan masyarakat dalam menyimak informasi lewat media sosial, melahirkan tantangan berbeda dibanding era sebelumnya. Tantangan itu di antaranya menuntut akurasi informasi yang dimuat, terutama jika informasinya dimuat di akun Presiden," ujarnya.

Firman menekankan kehati-hatian dalam mengelola akun tersebut. Meski di satu sisi, dia menilai jadi hal yang wajar jika sebuah akun media sosial mengalami kesalahan.

"Karenanya, pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan akun, tentu dibekali standar prosedur yang mengandung kehati-hatian dalam produksi dan distribusi konten. Akan hal adanya konten yang tidak akurat, mengandung kekeliruan, tidak perlu mengundang polemik berlebihan," ucapnya.

Firman menilai perlunya mitigasi atas kekeliruan akun tersebut. Dia menyarankan pihak terkait untuk memberikan penjelasan agar perdebatan yang terjadi tidak berlarut-larut.

"Karenanya mekanisme mitigasi atas kekeliruan perlu dibangun. Tujuannya tentu demi memelihara kewibawaan Presiden, sebagai pemilik akun. Akan halnya masyarakat, tentu perlu memperoleh penjelasan secukupnya terhadap terjadinya kesalahan dan tak berlarut larut perdebatan yang tidak perlu," ucapnnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Simak Video: Nah Lho! Twitter Jokowi Posting Sirkuit di Portugal Ditulis Mandalika

[Gambas:Video 20detik]




Legislator PDIP Minta Tim Medsos Klarifikasi

Legislator PDIP menilai dihapusnya unggahan itu berarti tim media sosial Presiden Jokowi mengakui kesalahan.

"Dengan menghapus artinya yang membuat kesalahan menyadari mengakui kesalahan," kata Andreas kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR ini menyebut seharusnya postingan itu tidak perlu dihapus. Andreas menilai sebaiknya admin Twitter Jokowi meralat dengan memberikan klarifikasi dan mengunggah ulang dengan gambar yang benar.

"Sebaiknya mengklarifikasi dengan memberikan keterangan ralat bahwa gambar sebelumnya salah, dan menampilkan gambar atau foto yang benar," kata Andreas.

Diketahui, Jokowi awalnya mengunggah video ilustrasi tentang sirkuit Mandalika dengan disertai caption mengenai keindahan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di video itu, ada ilustrasi Jokowi sedang mengendarai motor.

Selain itu, ditampilkan beragam ilustrasi keindahan dari Pulau Lombok, NTB. Dalam penjelasannya, Jokowi menyebut siapa pun yang datang ke Lombok akan terpesona oleh keindahan alamnya.

"Lombok bukan hanya Mandalika, lokasi sirkuit balap kelas dunia. Siapa pun yang berkunjung ke Lombok, NTB, akan terpesona oleh bentang alamnya, dari laut sampai gunung. Pantai Tangsi, Gili Trawangan, Gunung Rinjani, Sendang Gile, Bukit Merese, desa-desa adat, dan sebagainya," tulis akun Twitter @jokowi.

Beragam reaksi kemudian muncul. Salah seorang netizen bahkan mengoreksi bagian yang ditampilkan dalam video ilustrasi Jokowi, bukan Mandalika.

Netizen tersebut menduga sirkuit yang ditampilkan di video ilustrasi itu sama dengan sirkuit di Portugal. Setelah ramai diperbincangkan, postingan video ilustrasi di akun Twitter Jokowi itu hilang.

detikcom sudah mencoba menghubungi Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, hingga stafsus Mensesneg Faldo Maldini untuk meminta penjelasan mengenai postingan Jokowi itu. Namun sampai saat ini belum ada pernyataan yang disampaikan.

(eva/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT