Kakek di Sulut Menangis Tuntut Citraland Manado Ganti Rugi Lahan 3,2 Hektare

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 19:55 WIB
Kakek di Sulut tak kuasa menahan tangis saat tuntut ganti rugi lahan (Trisno Mais/detikcom)
Kakek di Sulut tak kuasa menahan tangis saat menuntut ganti rugi lahan. (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

Kakek bernama Buang Marten Tahiru di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), berunjuk rasa di kawasan perumahan Citraland Manado. Dia menuding pihak Citraland Manado telah membangun perumahan di atas lahan seluas 3,2 hektare miliknya, tapi belum membayar ganti rugi lahan.

Pantauan detikcom pada Jumat (14/1/2022), terlihat total ada tiga orang yang sedang memblokade jalan di sekitar kawasan Citraland Manado dengan dua orang di antaranya sedang memegang baliho di lokasi lahan sengketa. Tampak kakek Marten bersama dua orang lainnya membentangkan spanduk bertulisan 'tanah ini milik keluarga Tahiru-Monintja'.

Kakek Marten lalu menegaskan lahan miliknya di kawasan Winangun, Kota Manado tersebut sama sekali belum diberi uang ganti rugi. Dalam blokade itu sang kakek lantas duduk di tengah jalan sambil menangis. Dia kemudian meminta Presiden Jokowi dan Polda Sulut menyelesaikan persoalan tersebut.

"Torang pe sawah dorang so gusur, dorang so potong (sawah kami digusur, kelapa dipotong). Ganti rugi, kami ada surat asli," kata kakek Marten Tahiru kepada detikcom di lokasi.

Tahiru juga meminta bantuan kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, akses jalan di kawasan Citraland hingga kini juga masih belum ada pembayaran ganti rugi.

"Bagaimana Pak Jokowi, tolong mereka ini bermain dengan polisi. Kami tutup jalan, itu hak kami. Ini tanah kami," jelasnya.

Tahiru bahkan menuding sertifikat yang dibuat pihak Citraland itu palsu. "Mereka buat sertifikat palsu karena kami bodoh," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Tahiru-Monintja, James Tuwo, menyebut sengketa lahan ini berbuntut panjang karena kliennya hanya dijanjikan biaya ganti rugi lahan namun tak kunjung dibayarkan.

"Lahan itu mereka bilang mau dibayarkan. Tapi tidak bayar-bayar," katanya.

James mengatakan kliennya minta biaya ganti rugi sebanyak Rp 2 miliar dengan luas lahan 32.428 meter persegi.

"Mereka janji bayar Rp 2 miliar, tapi tidak pernah bayar dulu waktu mereka tutup jalan. Mereka tutup karena itu hak mereka," imbuhnya.

Simak juga 'Warga Klaten Demo Protes Gugatan Ganti Rugi Tol Yogya-Solo':

[Gambas:Video 20detik]