ADVERTISEMENT

4 Ekor Diduga Lumba-lumba Risso Terdampar di Pantai Padanggalak Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 12:30 WIB
Lumba-lumba terdampar di Pantai Padanggalak, Bali.
Lumba-lumba terdampar di Pantai Padanggalak, Bali. (dok. BPBD Denpasar)
Denpasar -

Empat ekor diduga lumba-lumba risso (Grampus griseus) terdampar di tepi Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Keempat diduga lumba-lumba risso itu ditemukan warga Nyoman Sukada (49) bersama istrinya.

"Yang keluar di pinggir (pantai) sekali, dua (ekor). Agak ke dalaman (laut) lagi dua. Cuma dia itu masih ombang-ambing, artinya posisinya tidak seperti biasa," kata Sukada, dikutip detikcom, Jumat (14/1/2022).

Satwa itu ditemukan terdampar pada Kamis (13/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu Sukada sedang berada warungnya yang dekat Pantai Padanggalak.

Sukada menceritakan, awalnya ia diberi tahu ada lumba-lumba terdampar oleh seseorang yang kebetulan lewat menggunakan sepeda motor di pinggir Pantai Padanggalak. Ia kemudian langsung melihat keberadaan lumba-lumba tersebut.

Setelah mendekat, Sukada lalu merekam lumba-lumba tersebut dengan ponselnya. Setelah merekam video, Sukada langsung menaruh ponselnya itu ke warung tempatnya berjualan yang tidak jauh dari pantai.

Tak berhenti sampai di sana, Sukada kemudian kembali ke lokasi terdamparnya lumba-lumba di pinggir laut. Ia lalu berusaha mendorong satwa laut tersebut agar bisa kembali ke laut.

"Saya berusaha melindungi dia ke dalam. Sampai melawan ombak, saya berusaha sekali. Sesudah itu mau dia ke dalam (laut), bentar lagi kembali ke luar (laut), sampai akhirnya (lumba-lumba) itu kehabisan tenaga," tutur Sukada.

Melihat ada lumba-lumba terdampar, masyarakat lalu berdatangan ke lokasi. Karena banyak warga, Sukada meminta agar mereka menghubungi aparat agar lumba-lumba bisa diselamatkan.

Aparat kemudian datang sekitar pukul 11.30 Wita. Sementara itu, dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (Unud) Ida Bagus Windia Adnyana mengatakan satwa ini masih sulit diidentifikasi terkait penyebab terdampar dan sebagainya.

"Hewan ini masalahnya di laut sehingga kita tidak tahu persis situasinya. Pertama, spesiesnya itu agak sulit (diidentifikasi), kemudian penyebab juga sulit kita identifikasi," terang Windia Adnyana.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Karena itu, dirinya masih mencoba mengidentifikasi dengan jelas. Awalnya, Windia Adnyana memperkirakan satwa tersebut jenis paus melon (Peponocephala electra).

Tetapi, setelah mengumpulkan dokumentasi, ia memperkirakan satwa tersebut merupakan lumba-lumba risso.

"Setelah mengumpulkan foto dari teman-teman yang lain dan sebagainya, tampaknya mereka itu lebih dekat ke dolphin, lumba-lumba betul, tapi yang disebut dengan risso dolphin," ungkapnya.

Windia Adnyana menyebut banyak faktor yang bisa menyebabkan lumba-lumba risso bisa terdampar atau menepi di pinggir pantai. Namun perkirakan penyebab terdampar paling dekat diperkirakan karena mengejar mangsa ke tepian.

Karena mengejar mangsa hingga mendekati tepian laut, lumba-lumba ini lalu mengalami disorientasi. Lalu lumba-lumba yang lain berusaha untuk menyelamatkan.

Windia Adnyana menyebut kondisi satwa laut itu masih cukup sehat, meskipun terdapat beberapa luka-luka lama di bagian tubuhnya.

"Ada satu ekor tadi itu kapalnya luka berdarah. Mungkin terbentur apa begitu ketika sempat beberapa kali ke daratan, membentur sesuatulah ketika di darat. Tetapi secara umum masih oke," tegasnya.

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT