ADVERTISEMENT

Polda Metro Buka Pendaftaran Kompetisi Street Race, Ini Syaratnya

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 20:36 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya dalam waktu dekat akan menggelar ajang street race bagi para pembalap liar di Ancol, Jakarta Utara. Perlombaan tersebut rencananya akan dihelat pada 16 Januari 2022.

"Rencananya akan ada kegiatan tersebut tanggal 16 Januari," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).

Sambodo menyebut pihaknya sedang merampungkan lintasan street race tersebut. Pendaftaran balapan tersebut dibuka secara online siang ini.

"Kami masih rapikan lintasan, membuka link pendaftaran. Baru siang ini kami publish dibuka pendaftarannya secara online. Nanti link bisa didapat di Loket.com," jelas Sambodo.

Dia menjelaskan lintasan balapan itu nantinya sepanjang 500 meter. Diketahui, jumlah peserta yang mendaftar hanya dibatasi 350 orang.

"Kami batasi sampai 350 pendaftaran. 500 meter hanya itu saja. Semua 500 meter," ungkap Sambodo.

Syarat Peserta Street Race

Sambodo menerangkan bagi para para peserta yang masih di bawah umur diminta melampirkan surat izin dari orang tua. Selain itu, untuk sepeda motor yang dipakai balap nantinya juga akan dibagi dalam beberapa kelas.

"Kalau di bawah umur perlu izin orang tua. Ada syarat lainnya bisa dilihat lengkapnya di link pendaftaran online. Salah satunya di bawah usia 17 tahun harus izin orang tua," ujar Sambodo.

"Syarat motor sudah dibagi beberapa kelas sudah dikomunikasikan dengan beberapa komunitas. Macam-macam ada sport 2 tak, motor bebek dua tak, bebek empat tak, kelas Vespa. Itu opini dari komunitas," imbuhnya Sambodo.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Sah! Ancol Jadi Sirkuit Balap Motor Jalanan':

[Gambas:Video 20detik]



Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan fenomena balap liar di jalanan Jakarta terjadi lantaran ruang ekspresi bagi anak muda yang terbatas. Dia menilai, karena keterbatasan itu, anak muda kerap mengambil risiko untuk menyalurkan hobinya.

Fadil lalu menyinggung soal stigma terkait fenomena balap liar. Salah satu yang ia soroti perihal taruhan di ajang balap lair.

"Balap liar distigmakan berbahaya, selalu pelanggaran dan kerumunan, terlibat kecelakaan bahkan berujung ke perkelahian dan pertarungan. Lalu ada juga main pinggiran itu, itu bahaya. Apalagi bandarnya bandar burung, kalau menang kabur. Jadi ini jadi ajang judi," terang Fadil.

Atas dasar itu, Fadil mengatakan wacana fasilitas street race di Jakarta sebagai upaya menyalurkan ruang ekspresi anak muda di Jakarta. Dia berharap, dengan konsep street race tersebut, fenomena balap liar bisa berubah menjadi hal yang bermanfaat.

"Kalau kita bangun ekosistem, maka transformasi dari pembalap jalanan yang sering dikonotasikan tadi yang saya sampaikan, bisa kita perbaiki. Akan ada program di sana gimana jadi pembalap benar. Saya kira Honda Racing Team, Yamaha Racing Team bisa intip mana yang berbakat. Nanti bisa disekolahkan itu," ungkap Fadil.

(rak/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT