ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

SEMMI: Cuitan Ferdinand Hutahaean 'Allahmu Lemah' Merusak Fondasi Kebangsaan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 15:48 WIB
Direktur Eksekutif LBH PB SEMMI Gurun Arisastra (Karin-detikcom)
Direktur Eksekutif LBH PB SEMMI Gurun Arisastra (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengkritik Ferdinand Hutahaean karena mencuit 'Allahmu lemah.' Menurut PB SEMMI, cuitan itu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Cuitan Ferdinand di Twitter berpotensi merusak fondasi kebangsaan dan persatuan yang sudah dibangun dengan berdarah-darah," kata Direktur LBH PB SEMMI, Gurun Arisastra, Kamis (6/1/2022).

Menurut Gurun, persatuan bangsa penting di Negara Indonesia. Menurutnya, Indonesia dibangun oleh beragam kelompok.

"Negara kita dapat berdiri kokoh salah satu sebabnya karena menghormati perbedaan, menghargai satu sama lain dalam beragama, menjunjung tinggi suku, agama, ras, dan antar budaya yang saling berbeda," katanya.

"Membentuk paradigma tersebut tidaklah gampang bahkan seringkali berjatuhan darah jika kita merujuk pada sejarah," ucapnya.

Menurutnya, Ferdinand layak dilaporkan ke polisi karena berpotensi merusak kerukunan di Indonesia.

"Wajah negara kita adalah penyatuan dalam keberagaman yang melahirkan identitas Pancasila, dan bagi kami seakan-akan sedang ditampar oleh Ferdinand. Ini berbahaya, maka layak jika diproses hukum," katanya.

Sebelumnya Ferdinand Hutahaean dipolisikan karena cuitan 'Allahmu ternyata lemah'. Ada dua laporan polisi terhadap Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi karena cuitan di Twitter diduga mengandung SARA. Cuitan ini sempat viral di media sosial. Dalam cuitannya, Ferdinand Hutahaean menyebut 'Allahmu ternyata lemah'. Cuitan itu diunggah pada Selasa (4/1/2022) kemarin. Namun, saat ini, cuitan itu sudah dihapus.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," demikian bunyi cuitan Ferdinand.

Kecaman datang bertubi-tubi kepada Ferdinand Hutahaean. Puncaknya, Ferdinand dipolisikan di Polda Sulawesi Selatan dan Bareskrim Polri.

Kuasa hukum Ferdinand Hutahaean, Zakir Rasyidin, menyampaikan kliennya tidak berniat membuat kegaduhan atas cuitannya itu. Ferdinand Hutahaean minta maaf atas cuitannya itu, namun tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

"Kami sudah koordinasi dengan Bapak Ferdinand, bahwa laporan polisi tersebut adalah hak setiap warga negara, sehingga beliau sangat memahami soal itu. Hanya saja perlu kami luruskan, bahwa sebenarnya Klien kami tidak ada niat untuk 'menimbulkan kegaduhan', apalagi membuat umat menjadi tersinggung," ujar Zakir dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).

(aik/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT