ADVERTISEMENT

Dinkes DKI Periksa 2.500 Sampel Kasus COVID-19, 30% Varian Baru

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 01:49 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta memeriksa 2.500 sampel kasus COVID-19 sejak Juni 2021. DaRI seluruh sampel yang diperiksa, 30% di antaranya terdeteksi sebagai mutasi virus berbahaya atau variant of concern (VOC).

"Untuk kasus yang dilakukan whole genome sequencing (WGS) di Jakarta ada sekitar 2500-an, yang Jakarta saja ya. Persentase VOC itu 30 persenan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).

Dwi menuturkan, temuan mutasi virus Corona itu masih didominasi oleh varian Delta beserta subvariannya. Sedangkan sisanya varian baru virus COVID-19 lainnya seperti Alpha, Beta dan sebagainya. Khusus untuk varian Omicron baru terdeteksi 1 kasus di Jakarta.

"Dari VOC tersebut, 75-80 persen itu Delta. Sisanya ada Alpha, kecil-kecil lah itu persentasenya 0, sekian persen dan beberapa varian kecil," ujarnya.

Dwi menjelaskan, pemeriksaan sampel melalui WGS diperlukan untuk melihat pemetaan virus COVID-19. Apalagi menjelang akhir tahun varian Omicron sudah masuk Indonesia, tak menutup kemungkinan peta virus akan mengalami pergeseran.

"Artinya virus apa dan varian apa yang menjadi lebih dominan, selama ini kan yang masih jadi dominan Delta gitu. Apakah ada perubahan pergeseran menjadi varian yang lain, itu yang dilihat dari WGS," jelasnya.

Dwi juga menuturkan, untuk saat ini pihaknya belum mendeteksi penularan virus Omicron di Jakarta melalui transmisi lokal. Sehingga, kemungkinan kasus positif Omicron saat ini terpapar melalui pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Kemungkinan terbesar karena kita selama ini belum temukan Omicron, kasus pertama kali omicron secara logika kita menduga dibawa oleh orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri," ujarnya.

(taa/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT