Banjir Rob Jakarta: Prediksi BMKG dan Antisipasi Pemprov DKI

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 18:15 WIB
Banjir rob Jakarta sebelumnya sudah diprediksi BMKG karena adanya kenaikan air laut tertinggi di kawasan Pesisir Utara Jakarta.
Banjir Rob Jakarta: Prediksi BMKG dan Antisipasi Pemprov DKI (Foto: Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Banjir rob Jakarta sebelumnya sudah diprediksi BMKG karena adanya kenaikan air laut tertinggi di kawasan Pesisir Utara Jakarta. Selain itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyebut kenaikan tersebut diperkirakan terjadi pada 8 dan 9 Desember.

"Setelah hari Minggu (5/12) kemarin rob sempat tinggi, kita masih akan menghadapi dua waktu tinggi, yakni pada Kamis (9/12) dan Sabtu (11/12)," terang Ali dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).


Banjir Rob Jakarta: Sudah Diprediksi BMKG

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkap prediksi BMKG akan adanya gelombang tinggi dan banjir rob di beberapa wilayah Indonesia. BMKG juga memprediksi kenaikan air laut tetinggi di pesisir Jakarta Utara.

BMKG memprediksi ada peningkatan intensitas cuaca ekstrem, terutama pada Desember 2021, Januari, hingga Februari 2022, di sejumlah wilayah Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa kondisi, terutama kondisi cuaca yang saat ini musim hujan, pengaruh La Nina, dan pengaruh angin Monsun Asia.

BMKG memprediksi kondisi tersebut berpotensi terjadi kembali pada 18-22 Desember 2021 akibat adanya fenomena fase bulan purnama. BMKG juga menyampaikan potensi beberapa wilayah terdampak cuaca ekstrem pada periode 8-10 Desember.

"Jadi perlu kami sampaikan beberapa wilayah terdampak antara lain dalam durasi 8 hingga 10 Desember, yaitu Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Provinsi Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Ternate, Halmahera, Papua Barat (bagian utara), dan Papua (Papua bagian utara)," ujar Dwikorita.

Banjir Rob Jakarta: Antisipasi Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah antisipasi banjir rob. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta jajaran Pemprov DKI sigap dalam menangani banjir rob. Hal ini seperti menjamin segala kebutuhan warga di pengungsian terpenuhi.

"Jadi memang ini kita memasuki musim hujan dan semakin tinggi intensitas hujannya, banjir rob juga semakin tinggi dan semakin besar. Untuk itu yang pertama kami minta kepada seluruh warga berhati-hati dan waspada selalu pastikan mendapati informasi yang akurat, yang cepat dari saluran-saluran yang ada. Jangan sampai ada berita-berita hoaks yang akan menambah masalah baru," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/12/2021)

Di samping itu, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan proyek National Capital Integrated Coastal Developmet (NCICD), tanggul pantai raksasa di pesisir Jakarta terus bergulir. Tahun ini, Pemprov DKI menargetkan pembangunan tanggul pantai raksasa sepanjang 790 meter.

Selain penanggulangan banjir rob, Giant Sea Wall diperuntukkan buat penataan kawasan pesisir Utara Jakarta serta perbaikan lingkungan. Kepala Dinas Sumber Daya Air Yusmada Faizal mengatakan, saat ini pembangunan Giant Sea Wall terkendala banjir rob di beberapa titik, seperti di Jl Lodan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jl RE Martadinata, Tanjung Priok, Muara Baru, dan kawasan Si Pitung Marunda.

Banjir rob Jakarta sempat melanda sejumlah kawasan. Selengkapnya, simak di halaman berikutnya.