Kesalnya Wabup Banyuasin Namanya Dicatut Penipu Rp 605 Juta: Ngawur Itu!

M Syahbana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 17:24 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto ilustrasi penipuan. (Mindra Purnomo/detikcom)
Palembang -

Nama Wakil Bupati Banyuasin Slamet Samosentono diduga dicatut seorang pria di kasus penipuan proyek fiktif Rp 605 juta. Slamet pun kesal bukan main gara-gara namanya dicatut.

"Yang benar saja, saya tidak pernah main proyek. Kok main pakai nama saya. Ya nggak benarlah," kata Slamet kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Dia mengaku tak mengenal Mukromin. Slamet mengatakan dirinya memang memiliki keponakan bernama Romi, tapi telah meninggal 2 tahun lalu.

"Saya ada keponakan bernama Romi. Tapi, kalau Romi yang keponakan saya itu, dia orang Lampung, sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu," ujarnya.

Dia mengaku kesal atas perbuatan Mukromin yang mencatut namanya. Dia mengatakan tidak pernah meminta uang terkait proyek apa pun.

"Ngawur itu, kok pakai nama saya cari duit. Nggak ada itu proyek," jelasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap Mukromin Muosid terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Dia ditangkap karena diduga menggelapkan uang Rp 605 juta dengan mencatut nama Wabup Banyuasin Slamet.

"Kita menangkap seorang pria kasus tipu gelap proyek fiktif. Dia nekat menipu dengan mengaku keponakan Wakil Bupati Banyuasin dan juga mencatut Dinas Pekerjaan Umum Banyuasin, dengan total kerugian korban Rp 605 juta," kata Kapolsek Ilir Timur II (dua) Palembang, Kompol M Yuliansyah, kepada wartawan, Kamis (9/12).

Mukromin telah ditahan dan terancam hukuman 4 tahun penjara. Dia dijerat pasal penipuan dan penggelapan.

"Tersangka kini di tahan dan dijerat tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 4 tahun," jelasnya.

(haf/haf)