Komisi II DPR Belum Terima Hasil Konsolidasi KPU-Kemendagri soal Jadwal Pemilu

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 16:24 WIB
Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (Foto: Dyas/detikcom)
Ahmad Doli Kurnia (Dyas/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Dalam Negeri disebut melakukan konsolidasi terkait penentuan jadwal pemilihan umum (pemilu). Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan pihaknya belum menerima hasil konsolidasi tersebut.

"Sampai hari ini mereka belum memberikan informasi kepada kita secara resmi hasil konsolidasi mereka itu, dari KPU maupun pemerintah, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri," ujar Doli kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Politikus Golkar itu mengatakan, sebelumnya, pemerintah melalui Kemenkopolhukam dan Mendagri menyampaikan usulan agar pemilu dijadwalkan pada 15 Mei. Sedangkan KPU mengusulkan agar jadwal pemilu diadakan pada Februari.

"Jadi selama ini yang kami ketahui, kronologisnya pemerintah itu sudah pernah menyampaikan secara resmi itu melalui rilis dari Kemenkopolhukam tanggal 15 Mei. Kemudian di dalam rapat kerja Komisi II, Menteri Dalam Negeri juga menyampaikan hal yang sama bahwa pemerintah mengusulkan 15 Mei," ujarnya.

"Kedua, kami juga memberikan pesan kepada KPU. KPU juga harus konsolidasi dengan sesama penyelenggara. Waktu itu kan mereka suaranya belum solid. KPU maunya Februari, Bawaslu juga nggak apa-apa ikut pemerintah. Kita meminta mereka untuk konsolidasi," katanya.

Lantas, kata dia, Komisi II DPR akan menggelar raker kembali untuk membahas jadwal pemilu. Raker itu rencananya dijadwalkan pada awal masa sidang awal tahun depan.

"Kami sudah membuat rencana di komisi II, nanti di awal masa sidang berikutnya setelah reses kami akan undang lagi itu raker, Mendagri, KPU, segala macam. Silakan kalau ada perubahan sampaikan di situ. Kita bahas lagi," ujar Doli.

(dwia/dwia)