Makassar Banjir, DPRD Minta Perusahaan Bikin Sungai Tallo Dangkal Ditindak

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 14:51 WIB
Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo (Noval-detikcom).
Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo (Noval/detikcom)
Makassar -

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo menyoroti banjir yang terjadi di wilayahnya karena ada perusahaan yang membuat Sungai Tallo sempit dan dangkal. Rudi meminta Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto menindak perusahaan tersebut dan melakukan penataan ulang perkotaan, khususnya kawasan Sungai Tallo dan permukiman rendah.

"Penataan kembali tata ruang kita khususnya wilayah permukiman-permukiman rendah, ini yang harus kita pikirkan bersama," kata Rudi saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/12/2021).

Rudi mengungkapkan Sungai Tallo, yang mengalir di wilayah Makassar, perlu ditata dengan serius oleh Pemkot Makassar. Hal ini karena Sungai Tallo memiliki banyak anak sungai yang melintasi permukiman warga dan rawan meluap saat intensitas hujan tinggi.

"Ini sungainya (Sungai Tallo) sudah dangkal, dan cenderung banyak warga yang mengambil alih keluar (bibir sungai) entah itu tambaknya atau apanya, ini yang harus ditata ulang," tegasnya.

"Banyak warga dan perusahaan yang mencaplok anak sungai ini. Akhirnya kan selain sungai makin menyempit, juga dangkal," sebut dia.

Rudi melanjutkan, kondisi ini jika terus dibiarkan akan semakin membuat Makassar rawan banjir. Menurutnya, Pemkot Makassar perlu melakukan komunikasi dengan pihak PUPR, yang mengelola Sungai Tallo.

"Agar sungai ini bisa dipelihara dan dijaga, tidak ada lagi ada dicaplok dan sebagainya. Kalau dijaga, maka air kalau hujan akan jelas tempat mengalirnya ke mana. Tetapi kalau sungai semakin dangkal, akhirnya saat air lau pasang, susah. Ini yang jadi problem," ucapnya.

Dia berharap ada koreksi bersama pascabanjir di Makassar sehingga tiap tahun tidak terjadi lagi banjir. Tidak hanya itu, Pemkot Makassar diminta mencontoh program DKI Jakarta soal sumur resapan. Misalnya, ada program pengerukan sungai yang dilakukan.

"Selain kita berpikir ada seperti di Jakarta, ada sumur resapan," tuturnya.

(tfq/nvl)