Jokowi: Berantas Korupsi Jangan Hanya Beri Efek Jera dan Heboh di Permukaan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 10:50 WIB
Presiden Joko Widodo hadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di KPK. Kedatangan Jokowi pun disambut langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri.
Presiden Jokowi menghadiri Hakordia di KPK. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta metode pemberantasan korupsi di Indonesia harus terus diperbaiki dan disempurnakan. Jokowi meminta penindakan tidak hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan.

"Metode pemberantasan korupsi harus terus kita perbaiki dan terus kita sempurnakan. Penindakan jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan," kata Jokowi saat membuka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di KPK, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Jokowi mengatakan butuh upaya-upaya yang lebih fundamental dan komprehensif dalam pemberantasan korupsi. Manfaat upaya-upaya itu, kata dia, harus dirasakan langsung masyarakat.

"Namun dibutuhkan upaya-upaya yang lebih fundamental, upaya-upaya yang lebih mendasar dan lebih komprehensif yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat," ungkapnya.

"Masyarakat menunggu hasil nyata dari pemberantasan korupsi yang langsung dirasakan oleh rakyat melalui terwujudnya pelayanan publik yang lebih mudah dan terjangkau, pembukaan lapangan kerja baru yang lebih bertambah dan berlimpah, serta harga kebutuhan pokok yang lebih murah," imbuh Jokowi.

Jokowi menekankan upaya penindakan korupsi juga penting dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu. Menurutnya, penindakan korupsi bukan hanya untuk memberikan efek jera, tapi juga untuk menyelamatkan uang negara.

"Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu. Bukan hanya untuk memberikan efek Jera kepada pelaku dan memberikan efek menakutkan, deterrence effect kepada yang berbuat, tetapi penindakan juga sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, pemberantasan korupsi tidak boleh identik dengan penangkapan. Dia menilai pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah.

"Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati Akar masalah. Pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental. Dan kalau korupsi berhasil kita cegah, maka kepentingan rakyat terselamatkan," ungkapnya.

(mae/dhn)