Dishub Medan Dituding Lalai soal Angkot Tabrak Kereta Tewaskan 4 Orang

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 00:45 WIB
Kecelakaan angkot vs kereta api di Medan (Datuk-detikcom)
Foto: Kecelakaan angkot vs kereta api di Medan (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Ombudsman Sumut menyoroti kasus angkot tertabrak kereta api yang menewaskan empat orang di Jalan Sekip, Medan. Ombudsman menuding ada unsur kelalaian Dinas Perhubungan (dishub) Medan dalam kasus itu.

"Kami menduga, tabrakan yang menewaskan empat orang tersebut tidak terlepas dari faktor kelalaian Dishub Medan," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, Rabu (8/12/2021).

Abyadi menilai pengakuan sopir yang menyebut dirinya mabuk saat peristiwa itu menunjukkan kelalaian dari Dishub Medan. Menurut Abyadi, sopir mengemudi saat mabuk menunjukkan Dishub tidak melakukan pengawasan.

"Bila peran pengawasan Dishub itu dilakukan dengan baik, maka tidak akan ada sopir angkot yang mabuk di Kota Medan," ujar Abyadi.

Abyadi menyebut sopir angkot harusnya terus diawasi agar terbebas dari minuman keras maupun narkoba. Abyadi mengatakan pengawasan itu harusnya dilakukan di terminal.

"Sopir harus bebas dari narkoba dan tanpa mengkonsumsi minuman keras (miras). Dan, pengawasan kesehatan ini harus dilakukan secara rutin di seluruh terminal. Dengan demikian, keberadaan terminal juga jadi benar benar berfungsi. Karena semua angkutan akhirnya wajib masuk terminal," tuturnya.

Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan (PL) Ombudsman Sumut James Panggabean mengatakan peran terminal saat ini kurang maksimal. Untuk itu dia meminta agar terminal difungsikan dengan baik khususnya dalam pengawasan sopir.

"Pengawasan terhadap para sopir angkot akan semakin efektif bila terminal benar-benar difungsikan. Termasuk dalam pemeriksaan Kartu Pengawasan para supir," ucap James.

Angkot vs Kereta

Sebelumnya, angkutan kota tertabrak kereta api di Medan terjadi pada Sabtu (4/12). Ada empat orang yang tewas dalam kecelakaan ini.

Dari pengakuan sopir, dia dalam keadaan mabuk saat mengemudikan mobil. Polisi mengatakan sopir yang kemudian dijadikan sebagai tersangka itu juga positif menggunakan narkoba.

"Hasil pemeriksaan urine sopir angkot positif methamphetamine," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dimintai konfirmasi, Senin (6/12).

Wali Kota Medan Bobby Nasution menduga kecelakaan itu dipicu masalah sumber daya manusia. Dia menyebut rambu-rambu perlintasan di sekitar lokasi kecelakaan sudah lengkap.

"Tentunya penataan ini paling penting, kita lihat dulu kemarin dasarnya kenapa. Kok dibilang, tidak ada rambu-rambu, rambu-rambu jelas. Itu rambu-rambunya jelas ada palang pintunya, yang lain berhenti, dia ngambil dari sisi jalan yang berlawanan arah. Ini berarti salah human-nya, sumber daya manusianya," kata Bobby kepada wartawan, Senin (6/12).

Bobby menekankan para pemilik angkutan kota harus patuh terhadap aturan. Dia mengatakan pemilik angkot harus menjamin keselamatan para penumpangnya.

(isa/isa)