Berunding di Balkot DKI Terkait Upah, Buruh Harap TGUPP Lebih Berguna

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 00:19 WIB
Perwakilan buruh (Mulia Budi/detikcom)
Foto: Perwakilan buruh (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Delegasi buruh melakukan perundingan di Balai Kota DKI menuntut janji Gubernur DKI Anies Baswedan terkait upah. Delegasi buruh berharap Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dapat lebih berguna.

"Kemudian pesan dari kami juga di rapat tadi itu supaya TGUPP itu ada ada gunanya lah, jangan jumlahnya saja yang banyak tapi tidak berguna tidak ada kerjanya," ujar delegasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi (KSPSI) DKI Jakarta, William Yaniwea di Balkot DKI kepada wartawan, Selasa (8/12/2021)

"Saya harap TGUPP membantu serikat pekerja untuk mengingatkan gubernur perlunya revisi UMP, supaya TGUPP ada gunanya," sambungnya.

Dalam perundingan di Balkot, delegasi buruh diterima Kadisnaker, Kadis Kesbang, dan perwakilan TGUPP. Delegasi buruh juga berharap Gubernur DKI Anies Baswedan akan memutuskan untuk kembali ke PP No 78 tahun 2015 mengenai ketentuan tentang pengupahan pekerja.

"Jadi gini ya kawan-kawan, harapan kami ketika gubernur berani memberikan statement kemarin pikiran kami sebagai buruh hanya satu, bahwa ketika keluar dari PP 36 kembali dong ke PP 78," ujar DPD Serikat Pekerja Nasional, Muh Andre Nasrullah.

"Nah, disitu tinggal gubernur mau makai yang mana inflasi daerah pertumbuhan ekonomi daerah atau nasional, itu saja. Makanya hari ini kami datang pikiran kami sesingkat itu saja," imbuhnya

Sebelumnya, Anies Baswedan diketahui telah menyurati Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah untuk meninjau ulang formula penetapan UMP 2022 di Ibu Kota.

Anies menilai formula yang sudah ditetapkan tidak cocok. Hal tersebut diungkapkannya kepada buruh pada aksi demo tanggal 29 November 2021.

"Saya memang terbiasa menyelesaikan masalah bukan umbar masalah, kita bersurat pada Kemenaker Formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta. Karena itu kita mengirimkan surat sesuai prosedur bahwa formulanya harus memberikan rasa keadilan. Jadi itu sudah kami kirimkan dan sudah fase pembahasan. Kita ingin di Jakarta baik buruh maupun pengusaha merasakan keadilan," ujar Anies saat menemui massa buruh di Balai Kota, Jakarta, Senin (29/11/2021).

(isa/isa)