Jelang Nataru, Pemerintah Harus Cegah Kenaikan Harga Pangan

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 23:16 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan minta pemerintah agar memastikan pasokan pangan rakyat tercukupi dengan harga yang wajar dan stabil. Mengingat Hari Raya Natal dan Tahun Baru akan segera datang biasanya diiringi dengan kenaikan harga pangan seiring meningkatnya jumlah permintaan.

"Apa yang terjadi dengan kenaikan drastis harga minyak goreng yang juga belum turun mesti dijadikan pelajaran. Jangan sampai pemerintah terkesan diam saja tanpa mampu melakukan upaya menstabilkan harga. Kita kan tahu nanti Natal dan Tahun Baru kebutuhan pangan meningkat, jadi ya harus dipastikan pasokannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021).

Syarief Hasan mengingatkan agar pemerintah lebih serius lagi dalam memperhatikan ketahanan pangan. Ini sangat penting untuk dilakukan karena kebutuhan mendasar manusia berkaitan dengan pangan. Oleh karena itu, ia pasokannya terganggu maka kehidupan rakyat juga akan merasakan dampaknya. Ia juga mengingatkan, kenaikan harga pangan adalah hal yang sangat sensitif serta dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat.

"Kita perlu memandang soal pangan ini menjadi sangat holistik. Perkaranya bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian saja, namun berdampak pada ketahanan sebuah bangsa. Pasokan dan harga pangan yang bergejolak sangat rawan menimbulkan huru hara, pada akhirnya mengganggu iklim investasi, dan semua sendi kehidupan bernegara. Inilah yang mestinya diperhatikan betul-betul oleh pemerintah," ujar Syarief.

Syarief berharap pemerintah melakukan serangkaian upaya dan kebijakan yang jauh lebih terarah memastikan pasokan dan harga pangan stabil. Sudah menjadi tugas pemerintah melakukan intervensi jika mekanisme pasar tidak berjalan dengan baik. Jangan sampai lepas tangan yang ujung-ujungnya mengorbankan rakyat banyak.

"Saya wanti-wanti betul soal pasokan dan harga pangan ini. Sebab untuk kasus minyak goreng saja, kita yang produsen sawit terbesar di dunia mengalami kenaikan harga minyak goreng. Apalagi untuk komoditas yang kita mesti impor. Pemerintah bisa saja mengatakan semua persiapan sudah dilakukan, tetapi dengan fakta-fakta yang sudah terjadi, wajar rakyat menjadi ragu. Saya kira inilah tugas besar pemerintah meyakinkan rakyatnya," pangkasnya.

(ega/ega)