Pemerintah Pastikan Kegiatan Ekonomi Bisa Tetap Berjalan Saat Nataru

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 21:32 WIB
Pemerintah akan memberlakukan PPKM level 3 se-Indonesia selama masa libur Natal dan tahun baru 2022. Hal itu dilakukan guna antisipasi lonjakan kasus COVID-19.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Pemerintah Indonesia memastikan kegiatan ekonomi bisa tetap berjalan di momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat, namun tidak sampai menutup dan menghentikan pusat-pusat kegiatan ekonomi

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting menyampaikan pada momen Nataru pemerintah tidak melarang mudik dan liburan, asalkan situasi terkendali. Ia menjelaskan di semua ruang publik termasuk tempat wisata akan ada Satgas untuk memperkuat pengawasan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mendukung pengawasan mobilitas. Dengan aplikasi PeduliLindungi, kata Alexander, pemerintah dapat langsung mengarahkan setiap individu berdasarkan status kesehatannya. Bagi yang berstatus hitam diarahkan untuk isolasi, sedangkan warga yang berstatus merah atau kuning diminta segera vaksinasi, dan individu dengan status hijau diperbolehkan mengakses ruang publik dengan protokol kesehatan.

"Pemerintah lakukan penyesuaian (kebijakan) agar pemulihan kesehatan, ekonomi, sosial budaya bisa tetap berimbang, sehingga tata kelola pengendalian pandemi dapat berjalan baik," sebut Alex dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021).

Alex mengimbau masyarakat agar dapat membangun kewaspadaan dan mengukur prioritas dalam rangka melindungi diri sendiri dan mencegah penularan. Selain itu, kata dia, masyarakat juga harus memahami strategi penanganan pandemi yang disiapkan pemerintah, yakni deteksi, pencegahan, dan respon. Upaya tersebut telah disiapkan pemerintah dari hulu ke hilir, sedangkan masyarakat diminta berperan aktif untuk mendukung pelaksanaannya agar pandemi semakin terkendali.

"Kalau kita masih menularkan, terinfeksi, maka mutasi juga masih berjalan terus," tegas Alex.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan untuk mendukung upaya pengawasan dan pencegahan penularan COVID-19, pusat perbelanjaan menerapkan tiga lapis protokol COVID-19, yaitu wajib vaksin, prokes secara umum, serta prokes yang dilakukan setiap tenant sesuai kategori usaha masing-masing.

"Untuk Nataru, APPBI mengingatkan kembali para anggotanya untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, serta meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan 3 lapis protokol COVID-19," ungkap Alphonzus.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam penerapan upaya-upaya tersebut oleh berbagai pihak, untuk memastikan pusat perbelanjaan aman dikunjungi. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat screening. Alphonzus memandang masyarakat dan pengelola sekarang sudah semakin sadar dan terbiasa menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ia juga menilai aplikasi ini dapat mendorong kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pusat perbelanjaan.

Alphonzus menyatakan pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah untuk menerapkan PPKM sesuai level tiap daerah pada Nataru. Diharapkan, hingga akhir tahun tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan mencapai 70% sehingga lebih baik dari 2020 lalu. Selain itu, ia berharap tidak ada penutupan usaha kembali, karena akan berdampak tidak hanya bagi pengelola maupun penyewa, melainkan juga kepada masyarakat luas.

(akd/ega)