Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

M Syahbana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 17:56 WIB
Sidang tuntutan 2 terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya (M Syahbana-detikcom)
Sidang tuntutan 2 terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya. (M Syahbana/detikcom)
Palembang -

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, menjalani sidang tuntutan. Mukti dituntut 10 tahun penjara dan Nasuhi dituntut 15 tahun penjara.

Sidang tuntutan digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (8/12/2021). Terdakwa mengikuti sidang secara virtual.

"Dengan ini menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana, terdakwa Mukti Sulaiman 10 tahun penjara dan terdakwa Ahmad Nasuhi 15 tahun penjara. Keduanya juga didenda masing-masing Rp 750 juta subsider 6 bulan," ucap JPU Kejati Sumsel M Naimullah saat membacakan tuntutannya.

Mukti Sulaiman merupakan mantan Sekda Pemprov Sumsel dan Ahmad Nasuhi merupakan mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel. Dalam tuntutannya, jaksa menyebut kedua terdakwa terbukti dan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

"Kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dari Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," terangnya.

Sebelumnya, majelis hakim PN Tipikor Palembang telah menjatuhkan vonis terhadap empat terdakwa dengan hukuman berbeda. Ada dua terdakwa yang divonis 12 tahun penjara.

Keduanya ialah mantan Ketua Umum Pembangunan Masjid Sriwijaya Eddy Hermanto dan mantan Ketua Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya Syarifuddin MF.

Sedangkan dua terdakwa lainnya, pihak swasta Dwi Kridayani dan Yudi Arminto, divonis 11 tahun penjara.

(haf/haf)