Kondisi Terkini Brigadir Irwan Usai Dikeroyok Geng Balap Liar di Jaksel

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 16:20 WIB
Enam pengeroyok polisi di Pondok Indah Jaksel ditangkap
Enam pengeroyok polisi di Pondok Indah Jaksel ditangkap. (Rakha Arlyanto/detikcom)
Jakarta -

Brigadir Irwan Lombu dikeroyok sejumlah pelaku geng balap liar di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Anggota Satuan Sabhara Polres Tangsel ini kini dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Karena dapat pukulan-pukulan, ulu hati sakit. Bagaimana dia dipukul dan diseret para tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (8/12/2021).

Kini Brigadir Irwan Lambo sudah dirujuk ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan.

"Yang bersangkutan dirujuk ke RS Kramat Jati," ujar Zulpan.

Korban Dikeroyok Secara Brutal

Sebelumnya, Brigadir Irwan Lombu dikeroyok geng balap liar di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Para pelaku mengeroyok korban secara brutal.

"Seperti yang sudah tersebar dari video di media sosial bagaimana dia (Brigadir Irwan) dipukul dan diseret oleh para tersangka ini," ujar Zulpan.

Zulpan menjelaskan para pelaku adalah kelompok pelaku balap liar. Mereka mengeroyok Brigadir Irwan karena merasa terganggu saat korban mencoba menghentikan aksi balap liar.

"Mereka pelaku balap liar, karena upaya yang dilakukan korban mencoba menghentikan balap liar merasa terganggu, nah itu mereka memprovokasi," jelas Zulpan.

Peristiwa pengeroyokan itu diketahui terjadi pada Selasa (7/12), sekitar pukul 03.30 WIB. Brigadir Irwan saat itu naik mobil bersama istrinya melintas di lokasi dan melihat ada balapan liar di depannya.

"Karena korban anggota Polri, jiwa penolong dan pengayom masyarakat muncul dan membubarkan balapan liar itu," kata Zulpan.

Namun upaya korban membubarkan balapan liar ini mendapatkan perlawanan dari para pelaku. Bahkan ada yang meneriaki korban 'polisi gadungan'.

Istri korban sempat melerai para pelaku. Namun para pelaku tidak peduli dan mengeroyok korban.

Enam pelaku ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni FP, JW, M, FA, D, B, dan A. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 212 KUHP dan/atau Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan penjara.

(rak/mea)