Suami Korban Pemerkosaan di Riau Ngaku Diancam, Kapolsek-Kanit Diperiksa

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 15:43 WIB
adegan pelecehan kepada peremouan
Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Pekanbaru -

Polres Rokan Hulu, Riau, mengusut video diduga menunjukkan anggota Polsek Tambusai Utara mengancam keluarga korban pemerkosaan, Z (19). Kapolsek Tambusai Utara, Kanit Reskrim, hingga penyidik diperiksa Propam.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Wimpiyanto mengatakan tiga orang yang diperiksa adalah Kapolsek Tambusai Utara Iptu RN, Kanit Reskrim Bripka JLG, dan penyidik Bripda RS.

"Semuanya hari ini kita mintai keterangan awal. Besok akan dibawa ke Polda untuk dimintai keterangan," ucap Wimpiyanto kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Wimpi mengatakan ketiganya diperiksa terkait video viral dua polisi diduga mengancam keluarga korban pemerkosaan. Kedua orang di video itu diduga ialah Bripka JLG dan penyidik Bripda RS.

"Berkaitan dengan hal tersebut, kami telah perintahkan Wakapolres dan Kasi Propam untuk menelusuri kebenaran. Pemeriksaan terkait pelanggaran disiplin dan etik," ujar Wimpi.

Sebelumnya, dalam video viral berdurasi 2 menit 30 detik itu terdengar suara dua orang yang diduga anggota Polsek Tambusai Utara. Dua orang diduga polisi itu bicara dengan nada tinggi.

"Kalian sudah dibantu polisi kok kayak gitu balasan kalian. Lain kali kalau ada masalah, jangan kalian melapor ke kantor ya," kata orang diduga polisi itu.

Wajah dua orang diduga polisi itu tak terlihat jelas. Orang diduga polisi itu kemudian meminta korban dan suaminya datang ke Polsek Tambusai Utara. Jika tidak, mereka diancam akan dijadikan tersangka.

"Kau bawa itu besok, jangan salahkan aku. Kutunggu kalian besok jam 08.00 WIB, lewat dari jam 10.00 WIB, kubuat kalian tersangkanya," ujar pria itu.

Suami korban, S, meminta polisi bertindak adil. Dia heran mengapa dirinya diancam.

"Bapak ngancam-ngancam awak terus, polisi ngancam awak. Awak korban kok diancam," jawab S.

S juga buka suara. Dia mengaku video itu direkam istrinya ketika ada dua polisi datang. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi karena dirinya dan istrinya, Z, menolak berdamai dengan terduga pemerkosa.

"Video itu betul, itu waktu kejadian direkam sama orang rumah saya (korban). Itu suara saya, kejadian 21 November," kata S kepada wartawan Rabu (8/12).

Simak video 'Saksi Mata: Dugaan Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.