Komnas HAM Digeruduk Massa Desak Kasus Munir Diusut Lagi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 14:50 WIB
Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menggelar aksi di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (8/12/2021). Mereka mendesak kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, Munir Said Thalib, diusut kembali agar terkuak secara tuntas para pelaku yang terlibat.
KASUM desak kasus pembunuhan Munir diusut kembali. (Kadek Melda/detikcom)
Jakarta -

Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menggelar aksi di depan kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat (Jakpus). Mereka mendesak kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, Munir Said Thalib, diusut kembali agar terkuak hingga tuntas para pelaku yang terlibat.

Pantauan detikcom, massa aksi berbaris di depan kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakpus, Rabu (8/12/2021) pukul 13.10 WIB. Tampak sejumlah massa aksi membawa topeng Munir dan poster bertulisan '17 Tahun Negara Masih Belum Menangkap Dalang Pembunuhan Munir'.

"Yang dibunuh ini bukan warga yang sedang melakukan kejahatan atau mengancam keselamatan aparat negara, tetapi warga yang sedang berperjalanan menuju sekolah untuk belajar tentang hukum internasional dan hak asasi manusia. Dalam kerangka itu kejahatan ini sangat jelas tidak bisa ditoleransi sama sekali karena itu harus dibongkar harus diselesaikan secara tuntas agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata Ketua KASUM Usman Hamid saat orasi.

Usman menyampaikan masih ada tiga jalur hukum yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Munir. Dia menyebut peluang pertama adalah dengan cara pengajuan peninjauan kembali (PK) yang dilakukan oleh Jaksa Agung.

"Ada tiga peluang hukum yang masih sangat terbuka untuk menyelesaikan pengungkapan terhadap pembunuhan Munir. Jalan yang pertama adalah Jaksa Agung Republik Indonesia mengajukan upaya hukum luar biasa berupa peninjauan kembali yang di dalamnya disertai dengan pengajuan bukti-bukti yang baru atau keadaan-keadaan yang baru terkait dengan pembunuhan terhadap Munir yang pernah melibatkan pejabat badan intelijen negara dalam hal ini Deputi 5 Muchdi Purwoprandjono," ujarnya.

Menurut Usman, masih ada banyak bukti serta saksi yang belum dihadirkan dalam persidangan kasus pembunuhan Munir. Untuk itu, kata Usman, PK menjadi salah satu jalan agar perkara tersebut bisa diselesaikan.

"Ada masih banyak bukti yang belum dihadirkan, ada masih banyak saksi yang belum dihadirkan pada saat persidangan di saat itu. Karena itu lah upaya-upaya hukum luar biasa oleh Jaksa Agung berupa peninjauan kembali sangat memungkinkan perkara ini bisa diselesaikan," tuturnya.

Peluang kedua, kata Usman, dengan cara pembentukan tim investigasi baru oleh Kapolri. Usman mengatakan, dengan pembentukan tim baru, Polri bisa melakukan penyelidikan hingga penyidikan serta mencari bukti baru hingga mendalami dan memeriksa kembali saksi yang belum pernah dihadirkan maupun saksi yang mencabut keterangannya.

"Jalan kedua adalah Kapolri membentuk tim investigasi baru, tim penyidik baru untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan berupa pengumpulan bukti-bukti yang lama diolah kembali menjadi bukti-bukti yang baru didalami kembali, termasuk memeriksa para saksi yang belum pernah dihadirkan atau memeriksa kembali saksi-saksi yang pernah mencabut keterangannya di persidangan, atau memeriksa saksi-saksi dan melindungi para saksi yang pernah mengalami intimidasi dan mencabut keterangan mereka di persidangan," ucapnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: