Legislator PD Kritik Denda Eksploitasi Seksual RUU TPKS Kecil: Banci Ini!

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 13:35 WIB
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso
Anggota Badan Legislasi DPR Santoso (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Santoso menyoroti Pasal 13 ayat 1 dalam draf Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Pasal tersebut memuat denda pidana terhadap tindak pidana eksploitasi kekerasan seksual yang dinilai terlalu kecil. Dia khawatir denda itu tidak dapat menimbulkan efek jera nantinya.

"Dengan melihat kondisi banyaknya perdagangan orang, orang yang dipaksa menjadi pekerja seks komersial, menurut saya denda ini tidak membuat efek jera," kata Santoso dalam rapat Panitia Kerja (Panja) RUU TPKS di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Politikus Demokrat ini menyebut sanksi denda minimal hanya ratusan juta rupiah terlalu minim. Dia mengusulkan denda minimal Rp 5 miliar.

"Menurut saya, denda ini tidak membuat efek jera, karena kelompok orang yang berbisnis dalam eksploitasi seksual ini sangat kecil dendanya, minimal Rp 200 juta. Mestinya Rp 5 miliar, paling tinggi Rp 15 miliar," ujarnya.

"Kan UU ini dibuat untuk mengurangi dan menghilangkan tindakan kekerasan seksual. Kalau cuma Rp 200 juta, itu mah kelas panti pijat. Tapi yang namanya kelas massage itu udah kelas internasional. Jadi menurut saya, dalam memberikan sanksi, kita banci ini, Rp 200 juta itu zaman kompeni. Jadi harus Rp 5 miliar paling sedikit supaya pelaku benar-benar takut. Kalau ini mah, aduh...," ujar Santoso.

Adapun bunyi draf pasal RUU TPKS yang disorot Santoso ialah sebagai berikut:

Pasal 8

Setiap Orang yang melakukan perbuatan dengan kekerasan, ancaman kekerasan, tipu daya, rangkaian kebohongan, nama identitas atau martabat palsu, penyalahgunaan kepercayaan, penyalahgunaan wewenang, atau memanfaatkan kerentanan, ketidaksetaraan, atau ketergantungan seseorang, agar seseorang melakukan hubungan seksual dengannya atau orang lain dan/atau perbuatan yang memanfaatkan tubuh orang tersebut yang terkait keinginan seksual dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dipidana karena eksploitasi seksual, dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(eva/gbr)