Pistol Korek Disita dari Pengeroyok Polisi di Jaksel: Dipakai Pukul Korban

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 12:49 WIB
Polisi sita barang bukti terkait pengeroyokan polisi di Pondok Indah, Jaksel
Polisi sita barang bukti terkait pengeroyokan polisi di Pondok Indah, Jaksel. (Rakha Arlyanto/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari enam tersangka pengeroyok Brigadir Irwan Lombu. Salah satunya ada pistol mainan atau pistol korek.

"Senjata itu pistol korek. Jadi bukan senpi (senjata api)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Rabu (8/12/20221).

Zulpan menerangkan pistol korek tersebut digunakan untuk memukul Brigadir Irwan Lombu. Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya.

"Untuk menakut-nakuti dan memukul korban. Barang buktinya ada baju dinas Pilri yang dipakai korban, ada handphone para tersangka, rekaman CCTV dan lain-lain," kata Zulpan.

Diberitakan sebelumnya, Briptu Irwan Lombu dikeroyok saat mencoba membubarkan balap liar di wilayah Pondok Indah, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Selasa (7/12) sekitar pukul 03.30 WIB.

Saat itu, Brigadir Irwan Lombu sedang naik mobil dan melintas di Pondok Indah, melihat para pelaku balapan liar menghalangi jalan.

"Karena korban anggota Polri, jiwa penolong dan pengayom masyarakat muncul dan membubarkan balapan liar itu," katanya.

Namun upaya korban membubarkan balapan liar ini mendapatkan perlawanan dari para pelaku. Bahkan ada yang meneriaki korban 'polisi gadungan'.

"Saat mencoba membubarkan, para pelaku menerikkan dengan kata-kata provokasi, yaitu 'polisi gadungan', padahal saat itu korban pakai seragam dinas karena habis dinas malam," jelasnya.

Enam orang pelaku ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 212 KUHP dan/atau Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan penjara.

"Para tersangka ada enam orang, inisialnya FP, JW, M, FA, D, B, dan A. Mereka semua sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Zulpan.

(rak/mea)