Miris! Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah Terjadi di Depan Istri Korban

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 12:08 WIB
Enam pengeroyok polisi di Pondok Indah Jaksel ditangkap
Enam pengeroyok polisi di Pondok Indah Jaksel ditangkap. (Rakha Arlyanto/detikcom)
Jakarta -

Brigadir Irwan Lombu (sebelumnya ditulis briptu) dikeroyok para pemuda saat mencoba membubarkan balapan liar di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mirisnya, pengeroyokan itu terjadi di depan istri korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, saat kejadian, korban sedang bersama istrinya. Istri korban mencoba melerai para pelaku.

"Yang lebih memprihatinkan, korban ditemani istrinya. Karena ada provokasi tersangka mengeroyok, dicoba dilerai oleh istri korban, tapi tidak diindahkan pelaku," jelas Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Pengeroyokan terjadi pada Selasa (7/12) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu anggota Satuan Sabhara Polres Tangsel tersebut, yang naik mobil dan melintas di Pondok Indah, melihat para pelaku balapan liar menghalangi jalan.

"Karena korban anggota Polri, jiwa penolong dan pengayom masyarakat muncul dan membubarkan balapan liar itu," katanya.

Namun upaya korban membubarkan balapan liar ini mendapatkan perlawanan dari para pelaku. Bahkan ada yang meneriaki korban 'polisi gadungan'.

"Saat mencoba membubarkan, para pelaku menerikkan dengan kata-kata provokasi, yaitu 'polisi gadungan', padahal saat itu korban pakai seragam dinas karena habis dinas malam," jelasnya.

Istri korban sempat melerai para pelaku. Namun para pelaku tidak peduli dan mengeroyok korban.

6 Pelaku Ditangkap

Polres Metro Jaksel bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Enam orang pelaku ditangkap polisi terkait pengeroyokan tersebut.

"Para tersangka ada enam orang, inisialnya FP, JW, M, FA, D, B, dan A. Mereka semua sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Zulpan.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya baju dinas Polri yang dikenakan korban, handphone para tersangka, pistol korek, rekaman CCTV, dan tas hitam. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 212 KUHP dan/atau Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan penjara.

Tonton video 'Polda Metro Ungkap Kronologi Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak detik-detik pengeroyokan korban di halaman selanjutnya....